Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (27/11). Sudirman Said memaparkan perkembangan proyek-proyek bidang minyak dan gas di Indonesia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/15.

Jakarta, Aktual.com — Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai Menteri ESDM Sudirman Said patut dicopot oleh Presiden Joko Widodo pada Reshuffle Jilid II. Pasalnya, Sudirman dianggap sebagai menteri paling gaduh, dimana masalah Freeport menjadi puncak kekisruhan.

“Sudirman Said di kementerian ESDM. Indikator suka membuat suasana gaduh dan kisruh. Menteri yang tak bisa diandalkan melawan kepentingan AS terkait perpanjangan kontrak freeport yang dilakukan secara diam-diam antara eksekutif dengan Freeport,” ujar Pangi di Jakarta, Senin (4/1).

Surat per tanggal 7 oktober 2015 adalah bentuk perselingkuhan antara eksekutif dan Freeport. Sudirman Said, kata dia, seharusnya bertanggung jawab dan mendesak Freeport dengan bersungguh-sungguh membangun Smelter sehingga tidak lagi memberikan izin bahan baku tambang dan mineral (konsentrat) diekspor ke luar negeri.

“Tapi, dosa Sudirman Said membolehkan izin ekspor hanya untuk Freeport,” cetus Pangi.

Ditambahkan, Sudirman seakan diperdaya Freeport untuk membela kepentingan perusahaan Amerika Serikat itu dan berselingkuh dengan kepentingan nasional. Sementara, bola panas pencatutan nama presiden hanya akal-akalan Sudirman Said untuk menyingkirkan kontestan perebutan saham.

 

Artikel ini ditulis oleh: