Jember, Aktual.com – Sejumlah perwakilan warga di sekitar Jalan M Yamin Jember, akhirnya dipertemukan dengan pegelola jasa pergudangan yang ditengarai banyak menimbulkan kerusakan jalan. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari sidak Bupati Hendy Siswanto di Jalan M Yamin beberapa waktu lalu. Dimediasi oleh Dinas Perhubungan Pemkab Jember, pertemuan digelar di Aula Pemkab Jember, Kamis (7/4).

Ada 6 perwakilan pemilik gudang di sepanjang jalan M. Yamin yang hadir serta sejumlah sekitar Kelurahan Tegalbesar Jember.

Pada rakor tersebut, Kadishub Agus Wijaya mengatakan bahwa permasalahan yang dikeluhkan oleh warga di sepanjang jalan M. Yamin, perlu dicarikan win-win solution, dimana banyak warga yang mengeluhkan banyaknya kendaraan besar serta kelas jalan adalah jalan kelas III C yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan dengan muatan maksimal 8 ton.

“Kalau sesuai aturan kelas jalan, jalan M. Yamin ini masuk kelas III C, dimana kendaraan yang lewat adalah maksimal dengan muatan 8 ton, kalau dilewati kendaraan yang melebihi tonase seperti itu, tentu kondisi jalan cepat rusak, hal ini yang harus dicari solusinya, terlebih kemarin Bupati Jember juga melakukan sidak dan melihat langsung bagaimana kondisi jalan M. Yamin yang selama ini dikeluhkan warga,” ujar Agus Wijaya.

Dalam rakor yang juga dihadiri berbagai unsur terkait, diantaranya dari Koramil Kecamatan Kaliwates, Gakkum Satlantas Polres Jember, dan dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Agus Wijaya serta didampingi oleh Plt. Asisten I Sekkab Jember Sigit Akbari.

Sementara itu, Iwan Ketua Karang Taruna Lingkungan Tegalbesar menyampaikan, jika pihaknya pernah melakukan survey terhadap kendaraan besar yang melewati jalan tersebut. Dalam survey yang dilakukan selama 1 x 24 jam, pihaknya mencatat sedikitnya 126 kendaraan besar melewati jalan tersebut, sehingga hal ini yang membuat jalan tersebut cepat rusak, apalagi ditambah dengan minimnya saluran drainase di kanan kiri jalan, sehingga seringkali banjir dan semakin menambah badan jalan cepat rusak.

“Kami pernah melakukan survey selama 24 jam secara bergantian, dan tercatat sedikitnya 126 kendaraan truk besar yang lewat jalan itu setiap harinya, padahal jumlah pergudangan di sekitar jalan M. Yamin, perhari hanya ada sekitar 20-25 kendaraan saja, ini yang harus dicarikan solusinya, bagaimana jalan tetap terawat namun perekonomian masyarakat sekitar juga tetap jalan,” ungkap Iwan.

Sedangkan Taufiq Rohman, selaku salah satu perwakilan perusahaan Distributor yang memiliki gudang di jalan M. Yamin, dalam kesempatan tersebut mengatakan, jika sebelumnya kawasan jalan M. Yamin belum menjadi daerah perumahan, jalan tersebut tidak pernah mengalami banjir, namun sejak tahun 2012 terjadi adanya pembangunan perumahan mulai dilakukan, banjir mulai sering menggenangi jalan, sehingga solusi dari persoalan kerusakan di jalan ini adalah mengatasi agar air tidak meluber ke jalan.

“Perusahaan kami sudah puluhan tahun di daerah situ, dulu tidak pernah ada banjir, namun sejak banyaknya perumahan, memang sering terjadi banjir, hal ini bisa terjadi karena berkurangnya resapan air, serta tidak diimbangi dengan saluran air yang mampu menampung debit air saat hujan, jadi sumber dari kerusakan jalan di M. Yamin adalah air,” pungkasnya.

(aminudin aziz)

(Aminuddin Aziz)