Jakarta, Aktual.com — Dalam rangka memperkuat sistem organisasi, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) menggelar ‘Rembuk Nasional dan Rakernas LPPNU’ di Hotel Acacia Jakarta Pusat, Jumat (15/04), yang mana acara tersebut dibuka oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dan acara tersebut, juga turut dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sekaligus Ketua Umum LPPNU Pusat, H. Marwan Jafar, serta seluruh pengurus dan anggota LPPNU dan sejumlah pengurus LPPNU dari 30 provinsi dan PC LPPNU yang ada di Kabupaten (atau kota se-Indonesia).

Ketua Umum LPPNU Umum Pusat, H. Marwan Jafar mengatakan, jika NU merupakan organsasi sosial keagamaan yang berdiri sejak tahun 1926 silam. Dan, memiliki 60 juta pengikut serta memiliki kurang lebih 20.000 Pesantren yang sebagian besar tinggal di pedesaan. Hal ini merupakan sebuah potensi dan juga tantangan bagi NU sendiri.

Di mana sektor riil pedesaan (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, kelautan, energi dan kawasan konservasi) menjadi sumber penghidupan warga Nahdliyin yang sampai saat ini belum terkelola secara maksimal.

LPPU NU 2

Hadirnya LPPNU sendiri merupakan bagian dari jamiyah Nahdlatul Ulama yang mana dalam keputusan muktamar dan pengarahan PBNU, LPPNU memiliki peran baik dalam pengembangan ekonomi.

Dan, H. Marwan Jafar pun menambahkan juga menjawab permasalahan, tantangan dan isu-isu strategis dalam pertanian, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup Indonesia.

Selain itu, LPPNU juga akan melakukan rekonstruksi program dan kegiatan, untuk lebih memperjelas ukuran-ukuran kinerja yang ingin dicapai dalam periode lima tahun ke depan, serta mempertajam prioritas-prioritas secara sesuai dengan tugas dan fungsi LPPNU.

Artikel ini ditulis oleh: