Raut wajah yang berseri-seri dan murah senyum menunjukan suasana hati yang damai, tidak ada beban di masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan, juga ketakutan dan kesedihan terhadap perkara-perkara duniawi yang mana hal ini merupakan ciri para kekasih Allah

إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

Seorang Muslim yang baik hendaknya senantiasa menunjukan keceriaan dan kegembiraan pada wajahnya, senantiasa murah senyum kepada sesama, dan apapun profesinya hendaknya ia berpenampilan rapih, bersih dan wangi.

Sehingga membuat nyaman siapapun yang bertemu dengannya, begitulah performa diri seseorang mencerminkan suasana hatinya.

Seorang Salik yang menapaki jalan ketuhanan adakalanya melewati jalan itu dengan hati yang penuh keceriaan dan kegembiraan dan adakalanya ia melewatinya dengan penuh cemas hingga bertemu dengan Al-Haqq.

Kecemasan yang dimaksud adalah terhadap urusan-urusan akhirat dan ibadahnya, sehingga ia terus memperbaiki dirinya dihadapan Sang Khaliq.

Meskipun begitu ia harus bisa menyimpan kecemasan itu dalam hatinya saja, sebagai bentuk keintiman kepada Allah Swt, dan selalu menampakkan kegembiraan pada wajahnya sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama makhluq.

Artikel ini ditulis oleh: