Ketua DPR Setya Novanto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (16/11). Setya Novanto bertemu Wapres untuk membicarakan masalah internal Partai Golkar serta klarifikasi laporan Menteri ESDM ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR terkait masalah Freeport. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/15

Jakarta, Aktual.com — Ketua DPR RI Setya Novanto mengajak anak bangsa menghormati dan menjadikan guru-guru sebagai agen perubahan, dalam peringatan Hari Guru yang jatuh pada hari ini, Rabu (25/11).

Menurutnya, perubahan menuju bangsa yang baik tak lepas dari campur tangan para pahlawan tanpa tanda jasa itu.

“Hari ini bertepatan dengan Hari Guru, saya hendak mengajak seluruh anak bangsa untuk merefleksikan peran Guru sebagai salah satu agen perubahan (Agent of Change). Tidak ada kemajuan tanpa diawali gerakan perubahan. Dan gerakan perubahan tidak lepas dari keterlibatan guru dalam segala aspek,” ujar Novanto dalam siaran pers di Jakarta.

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidikan. Pasalnya, pendidikan yang mengangkat harkat dan martabat untuk mensejajarkan Indonesia dengan bangsa-bangsa lain.

“Pendidikanlah yang membuka mata kita satu sama lain tentang dunia yang sedang kita hadapi. Karena itu, saya menyadari sepenuhnya peningkatan tersebut tidak akan pernah melupakan keterlibatan dan peran penting para guru. Merekalah ujung tombak mutu dan kualitas kehidupan bangsa. Turut menentukan wajah Indonesia di hadapan negara-negara lain,” tuturnya.

Tidak kalah penting, guru mewariskan teladan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik.

“Teladan itulah yang pernah saya peroleh saat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar 73 Tebet Jakarta Selatan dan Sekolah Menengah 9 Jakarta pada dua orang sosok guru dan pendidik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novanto menceritakan masa kecil semasa sekolah dulu. Dimana, guru bahasa Indonesia dan matematikanya dianggap sebagai pedoman yang menjadikan ia seperti sekarang ini.

“Saya meneladani kesabaran Pak Ruhiyat (guru Bahasa Indonesia) dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Apalagi sebagai publik figur yag senantiasa tidak pernah sepi dari fitnah, isu maupun gosip,”

“Dan dari Ibu Sukatilah (guru matematika) saya memperoleh teladan tentang bagaimana mendisiplinkan diri dalam meraih impian dan tujuan hidup. Hidup yang cenderung keras membutuhkan ketegasan dan kedisiplinan, agar kita mampu menaklukkannya,” ungkap Novanto.

Ia menilai kedua sosok berlainan karakter tersebut memiliki ciri guru dan pendidik yang sesungguhnya. Keduanya tidak sekedar mengajarkan apa yang tertera di atas kertas dan tercoret di papan tulis, tetapi juga mewariskan keteladan.

“Saya berharap, tipikal guru seperti itulah yang mampu berperan penting dalam peningkatan mutu kehidupan bangsa dan negara. Mutu yang tidak sekedar di nilai dari peningkatan material, tapi juga spiritual,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh: