Jakarta, Aktual.co — Pengamat Energi Yusri Usman mengungkapkan bahwa Menteri ESDM Sudirman Said telah menerima gratifikasi dengan menggunakan private jet yang difasilitasi oleh Petral-PES. Namun, Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro juga membantah jika dikatakan Petral-PES yang membiayai penerbangan Menteri ESDM itu.
“Intinya bukan Petral yang biayai. Namun masuk dalam kegiatan Pertamina Terminal Regasifikasi yg dihadiri RI 1. Maka menjadi bagian dari kegiatan tersebut oleh Pertamina,” ujar Wianda kepada Aktual di Jakarta, Senin (1/6).
Sedangkan ketika dikonfirmasi terkait dokumen yang disebutkan oleh Yusri Usman, Wianda berdalih bahwa dokumen tersebut adalah dokumen tagihan yang salah tujuan.
“Tagihan salah tujuan. Sudah beres di Pertamina (pembayaran),” tukasnya.
Sebelumnya, Yusri Usman memaparkan bahwa kedatangan Tim RTKM ke kantor Petral-PES di Singapura pada 9 Maret 2015 bersama Sudirman Said. Namun ternyata pada akhirnya tim hanya didampingi Direktur Umum Pertamina Dwi Daryoto dan Vice President ISC Daniel Purba. Sementara Menteri ESDM Sudirman Said bertolak berangkat ke Lhokseumawe, Sumatera Utara untuk mendampingi Presiden RI Joko Widodo. Dalam perjalanannya dari Singapura menuju Lhokseumawe, Mantan bos PT Pindad ini mencarter pesawat khusus Gulfstream G-550 dengan biaya carter 35.750 dolar AS (dengan kurs Rp.13.200 menjadi setara Rp.471.900.000) dan biaya tersebut ditagihkan ke Petral-PES Singapura.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















