Arsip - Pengendara sepeda motor mengisi pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU), Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak umum jenis Pertalite sebesar Rp 100 per liter dari harga Rp 7.500 menjadi Rp 7.600 per liter. Kenaikan harga Pertalite menyesuaikan perkembangan harga minyak dunia. Pasalnya, harga BBM jenis ini tidak diatur pemerintah dan murni bisnis dari Pertamina. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pertamina kembali menurunkan harga jual produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax Series dan Dex Series, mulai 1 Desember 2023. Penyesuaian harga ini dilakukan sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan kurs rupiah.

“Kami terus berkomitmen melakukan evaluasi harga jual produk BBM nonsubsidi secara berkala sesuai dengan tren fluktuasi harga rata-rata publikasi minyak dunia acuan.” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Irto menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setiap bulan, khususnya pada periode tanggal 25 hingga tanggal 24 pada bulan sebelumnya. Perubahan harga sesuai dengan tren fluktuasi dan dapat dilakukan oleh seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku.

“Harga jual produk BBM nonsubsidi Pertamina akan kembali turun berlaku 1 Desember 2023 ini, setelah sebelumnya juga turun pada November lalu,” kata Irto.

Berikut adalah beberapa perubahan harga untuk Desember 2023:

  • Pertamax: Rp13.350 per liter (turun dari Rp13.400 per liter pada November)
  • Pertamax Green 95: Rp14.900 per liter (turun dari Rp15.000 per liter pada November)
  • Pertamax Turbo: Rp15.350 per liter (turun dari Rp15.500 per liter pada November)
  • Dexlite: Rp15.550 per liter (turun dari Rp16.950 per liter pada November)
  • Pertamina Dex: Rp16.200 per liter (turun dari Rp17.750 per liter pada November)

Penetapan harga baru ini mengikuti formula penetapan harga yang mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU) atau BBM nonsubsidi.

Irto menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga harga BBM nonsubsidi yang kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat. “Masyarakat menjadi terbiasa dengan penyesuaian harga BBM Non Subsidi secara berkala,” ujar Irto.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina Patra Niaga berusaha memastikan harga BBM yang kompetitif dan terjangkau tidak hanya di kota besar tetapi juga di pelosok negeri. “Ini adalah wujud penyaluran dan penyediaan BBM berdasarkan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability, dan Sustainability.” tambah Irto.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Jalil

Tinggalkan Balasan