Jakarta, Aktual.com — Anda sering mendengar istilah mimisan. Mimisan merupakan pendarahan yang seringkali timbul pada hidung Anda. Mimisan dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya yakni, pertanda akan suatu penyakit berbahaya. Bahkan, mimisan juga kerao terjadi ketika kita masih dalan keadaan tertidur.

Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, orang yang sering menggunakan aspirin dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia. Anda perlu mengetahui gejala-gejala jika terjadi mimisan pada hidung Anda.

Waspadalah jika itu mimisan sebagai pertanda penyakit lainnya, seperti:

1. Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika mengalaminya, Anda sebaiknya segera ke rumah sakit.
2. Mimisan dengan volume darah yang banyak.
3. Sering mimisan, misalnya lebih dari sekali dalam seminggu.
4. Detak jantung yang tidak beraturan.
5. Kesulitan bernapas.
6. Muntah darah karena menelan banyak darah.
7. Mimisan yang terjadi setelah Anda mengalami cidera.
8. Kulit berubah menjadi pucat.
9. Mimisan disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya gusi.

Mimisan muncul akibat beberapa hal, seperti di bawah ini:

1. Proses buang ingus yang terlalu kencang.
2. Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung.
3. Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
4. Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cidera.
5. Sinusitis akut atau kronis.
6. Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, antikoagulan, atau obat pelega hidung yang berlebihan.
7. Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.
8. Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.
9. Operasi hidung.
10. Tumor pada rongga hidung.
11. Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
12. Konsumsi alkohol.

Jika mimisan terjadi pada diri Anda, pertolongan pertama yang harus Anda lakukan seperti:

1. Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan. Sedangkan berbaring justru akan menambah tekanan.
2. Condongkan tubuh ke depan sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.
3. Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.
4. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.
5. Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

()

()