Jakarta, Aktual.co — Ahli Ekonomi-Politik Pusat Kajian Pancasila dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Yudhie Haryono mengatakan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla tidak ada bedanya dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono. 
Keduanya sama-sama terjebak dengan model pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi. 
“Dengan dalih membuka lapangan pekerjaan dan pengisian APBN, berkelilinglah Presiden mengundang investor asing,” kata Yudhie dalam siaran tertulisnya di Jakarta, Minggu (23/11).
Ia mempertanyakan dasar dimaksud. Sementara kreasi dan mimpi pertumbuhan 2-7 persen itu ujung-ujungnya bukan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Terlebih dasar pertumbuhan itu tidak pernah diperdebatkan terlebih dulu dari mana pertumbuhannya, oleh siapa berikut arahnya kemana.
“Karena tidak diperdebatkan dengan akal sehat maka yang terjadi adalah : dari asing, oleh asing, untuk asing, demi asing dengan landasan pasar bebas dan pertumbuhan,” jelasnya.
Yudhie lantas menyinggung bagaimana lahirnya berbagai sektor pembangunan, dari perbankan sampai dunia industri yang ujungnya tidak mensejahterakan rakyat dan keadilan struktur ekonomi Indonesia. 
“Ini mengkhianati konstitusi (Pancasila dan UUD 45), sebab konstitusi kita bicara keadilan sosial di seluruh Indonesia,” tutupnya.

(Novrizal Sikumbang)

()