Surabaya, Aktual.co — Sebuah perusahaan forwarding dan pelayaran di jalan Perak Barat nomor 203, menjadi korban enam perampok bersenjata api (bersenpi).

Kendati perusahaan milik Tio Ali Candra yang bernama PT. Andalan Pasific Samudra (PT. APS) ini ditempati empat orang karyawannya, namun kawanan perampok berhasil brankas yang berisi 2 Kg emas serta barang berharga lainnya.

Pasalnya, sebelum menguras harta benda didalam kantor, para perampok menyekap keempat karyawan tersebut di dalam pos penjagaan.

Perampokan ini berlangsung sekitar pukul 02.30 Wib hingga 03.39 Wib. Keenam perampok beraksi menggunakan sebuah mobil Xenia. Perampok masuk PT. APS melalui jalan Teluk Amurang Selatan nomor 14 – 16 (bagian belakang kantor). Bagian belakang kantor ini merupakan tempat pos penjagaan sekaligus tempat parkir semua kendaraan karyawan.

Pagar belakang kantor yang hanya setinggi mobil (sekitar 2 meter) itu dengan mudah dilompati tiga perampok. Sedangkan dua perampok memantau keadaan diluar pagar. Sementara satu perampok menunggu didalam mobil.

“Tiba-tiba saya disergap tiga orang yang langsung menodongkan pistol kearah saya. Kemudian saya dilakban dibagian mata dan mulut. Sedangkan tangan saya diikat dengan tali,” tutur Eko Suterto, satpam kantor kepada petugas, Selasa (28/10).

Eko melanjutkan, setelah dirinya disekap, rekannya Wido Siswoko yang berada dilantai atas kantor akhirnya menghampirinya ke lantai bawah. Namun, sejurus kemudian, para perampok juga melumpuhkan Wido dan mengikatnya.

“Sementara kedua rekan Eko dan Wido yang masih di lantai atas kantor juga menyusul diikat oleh perampok saat keduanya tertidur. Kedua karyawan bagian sopir itu bernama Subur dan Yafet Maala. Keempat karyawan ini akhirnya dibawa perampok ke pos penjagaan, kemuadian di lakban dan diikat jadi satu,” beber Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Lily Djafar.

AKP Lily Djafar juga menjelaskan, para perampok berhasil membawa kabur brankas yang berisi emas 2 Kg, uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar serta surat surat berharga seperti sertifikat. Para perampok juga membawa kabur 2 motor karyawan, yaitu Yamaha Vega L 5629 CB dan Honda Beat S 4138 LX. Bahkan uang milik karyawan sebanyak Rp. 3.015.000.

()