Jakarta, Aktual.com — Banyak Muslimah yang tidak menyadari, bahwa ada beberapa perbuatan mereka terhadap suami yang justru menjerumuskannya ke dalam Neraka. Hal yang dianggap biasa untuk dikerjakan tenyata dilarang dalam ajaran Islam.

Berikut enam tindakan yang bisa menjadikan seorang Muslimah menjadi durhaka usai menikah.

Tidak patuh terhadap suami
Sifat membangkang (nuyus), tidak patuh serta tidak taatnya seorang Muslimah terhadap suaminya. Perempuan Muslim yang suka melanggar perintah suami bisa dimasukkan ke dalam kategori wanita durhaka.

Banyak perbuatan yang menunjukkan bahwa seorang Muslimah yang menjadi durhaka kepada suaminya seperti, menolak perintah suami dalam hubungan intim, mengkhianati suami (selingkuh), memasukkan orang yang tidak disukai suami ke dalam rumah.

Tak hanya itu, boros dalam pengeluaran uang dan bicara (atau tutur kata) kasar kepada suami, menyakiti suami dengan gaya bicara yang negatif, keluar tanpa izin, dan menyebarkan aib serta rahasia suami juga dapat menjerumuskan wanita menjadi seseorang yang durhaka.

Disarankan, kepada Muslimah yang sudah menikah haruslah bisa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun dmeikian, bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah SWT.

Muslimah tak bisa jaga penampilan di luar
Banyak istri yang memakai make up dan memakai pakaian yang indah hanya saat dirinya keluar rumah. Tapi, justru sebaliknya, ketika Muslimah tersebbut ada di hadapan suaminya, ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor.

Bila, Muslimah itu ada di rumah, ia hanya menggunakan pakaian seadaanya dengan style rambut yang berantakan. Jangankan menggunakan parfum terkadang aroma dapur yang menyengatlah yang tercium di hidung suaminya.

Jika semua hal itu dilakukan maka akan membuat suami menjadi tidak betah di rumah. Ia akan lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Oleh karena itu, berhias semestinya hanya ditunjukkan kepada suami. Dan janganlah memamerkan kecantikan di depan umum karena hanya suamilah yang berhak untuk melihat suami tersebut.

Sibuk di luar rumah
Jika Muslimah yang sudah berkeluarga itu memutuskan terjun menjadi wanita karier, memang tidak dilarang dalam Islam selagi mendapatkan restu dari suaminya.

Namun demikian, ketika si istri terlalu banyak melakukan kesibukan di luar rumah itulah yang tidak dibolehkan. Terlebih lagi jika kesibukan tersebut membuat istri mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Bila suami pulang ke rumah dari bekerja, lalu mendapati semua pekerjaan belum terselesaikan dengan baik akan membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak harmonis.

Ketika seorang Muslimah tidak bisa menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai istri maka ketika itulah ia menjadi seorang wanita yang durhaka karena lalai terhadap tugas dalam kesehariannya.

Seringkali ungkit kebaikan
Ketika kebaikan seorang istri diungkit-ungkit di hadapan suami dalam rangka pamer (atau riya) maka itu tidak dibolehkan dalam ajaran Islam.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” (HR. Muslim).

Cemburu yang berlebihan
Perasaan cemburu memang menjadi tabiat wanita yang menjadi ekspresi cinta mereka kepada lawan jenisnya. Tetapi, begitu perasaan cemburu tersebut tidak beralasan dan telah berlebihan akan membuat rasa cemburu tersebut berubah menjadi cemburu yang negatif.

Pada umumnya, sifat cemburu yang dilakukan oleh istri yaitu, cemburu karena kemaksiatan yang dilakukan oleh sang suami seperti berzina, zalim, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya.

Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal tersebut, maka hal itu adalah sebuah cemburu yang terpuji. Namun, jika hanya sebuah dugaan belaka tanpa bukti serta fakta kebenaran maka inilah yang kemudian menjadi cemburu yang tidak dibolehkan dalam Islam.

Tidak suka dengan keluarga suami
Banyak Muslimah yang sudah berkeluarga, yang menginginkan agar seluruh perhatian serta kasih sayang suami hanya ditujukan kepada dirinya seorang. Perhatian si suami ini tidak boleh terbagi, meskipun dengan orang tua suaminya (mertua). Padahal sebenarnya suami juga harus berbakti dan memuliakan orang tua terutama ibunya.

Kecemburuan tersebut dapat terlihat ketika mereka tinggal di rumah orang tua si suami. Si wanita akan mengganggap bahwa ibu mertuanya itu adalah pesaing utama dalam mendapatkan cinta, dan perhatian dari sang suami.

Lantaran, rasa cemburunya tersebut membuat istri berani menghina dan melecehkan mertuanya. Bahkan tak jarang, ia berani untuk meminta suaminya berbuat durhaka terhadap orang tuanya.

Selain itu, ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istrinya. Itulah yang mendasari istri untuk menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.

Namun, pada dasarnya ikatan sebuah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan tetapi juga antar keluarga. Oleh karena itu, hubungan antara suami dan istri harus harmonis khususnya antara dua keluarga yang berbeda.

()