Jakarta, aktual.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) akan menyambungkan 5.000 jaringan gas bumi untuk rumah tangga baru di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 2020.

“Jumlah penugasan dari migas sesuai surat penugasan untuk wilayah Kota Batam adalah 5.000 sambungan rumah,” kata Sales Area Head PT PGN Batam Wendi Purnomo di Batam, Jumat (26/7).

Namun, ia belum dapat memastikan lokasi penyambungan jargas karena masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemkot Batam.

Sementara itu, dalam siaran pers, Plt Dirjen Migas, Djoko Siswanto mengatakan pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi (jargas) untuk rumah tangga.

Pemerintah menyiapkan dana Rp3,2 triliun pada 2020 untuk 293.533 sambungan rumah (SR) di 54 kabupaten/kota.

Pemanfaatan jargas menjadi perhatian utama dari Presiden dalam Proyek Strategis Nasional.

“Kami mengharapkan bahwa manfaat gas bumi sebesar-besarnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang berujung pada peningkatan daya saing dan kemampuan ekonomi masyarakat secara riil. Selain rumah tangga yang akan mendapatkan manfaat langsung, sektor UMKM juga akan mendapat manfaat ekonomi yang cukup signifikan di mana mereka dapat menggunakan energi gas bumi yang ramah lingkungan dan terlebih kompetitif dibanding energi lain,” kata dia.

Djoko menyampaikan, kegiatan pembangunan jargas merupakan bagian dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Tahun 2015-2030 karena dapat memenuhi kebutuhan energi yang bersih, bersaing, ramah lingkungan, dan efisien.

Sejak 2009 sampai dengan 2018, pemerintah telah membangun 325.852 Sambungan Rumahdi 16 Provinsi meliputi 40 Kabupaten/Kota.

Dan pada 2020, lanjut Djoko, jumlah yang dibangun pemerintab sebanyak 293.533 SR.

“Jumlah ini besar sekali jika dibandingkan dengan jargas yang dibangun selama 10 tahun mulai 2009 hingga tahun ini sebanyak 325.852 SR. Tahun 2020, cuma setahun tapi SR yang dibangun jumlahnya hampir sama dengan 10 tahun,” papar Djoko.

Ia mengatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan jargas sangat penting karena berdasarkan pengalaman selama ini, terdapat beberapa kendala nonteknis yang berpotensi menghambat pembangunan jargas untuk rumah tangga seperti perizinan, maupun permasalahan sosial yang terjadi pada saat pelaksanaan pembangunan.

“Kalau pembangunan ini lancar, maka semuanya (sambungan rumah) akan terbangun. Tapi kalau ternyata masih ada yang dibakar, diganggu, maka sebagian pembangunan akan ditunda karena kita tidak bisa menambah anggarannya sebagai pengganti infrastruktur yang rusak,” kata dia.

Selain di Batam, jargas 2020 akan dibangun juga di 53 kabupaten kota lain, di antaranya Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur dan Kota Langsa.

(Zaenal Arifin)