Warga keturunan Tionghoa bersembahyang di Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan, Jakarta, Jumat (16/2). Warga Tionghoa di seluruh dunia merayakan tahun baru Imlek 2569 dengan melakukan sembahyang sebagai wujud syukur atas segala rejeki dan mengharapkan kehidupan lebih baik di tahun shio anjing. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Daniel Johan menilai perayaan Tahun Baru Imlek merupakan momentum bagi seluruh rakyat untuk memperkuat persaudaran, karena harus dipahami bahwa Indonesia bisa kuat karena keberagaman.

“Perayaan Imlek persis seperti Idul Fitri, ajang silaturahmi yaitu memperkuat persaudaraan, semua saling mengunjungi tanpa membedakan latar belakang untuk saling memohon maaf dan mendoakan,” kata Daniel Johan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (16/2).

Dia mengatakan politik kebangsaan Indonesia sangat unik, yaitu sangat menjunjung tinggi toleransi antar sesama karena sangat memahami bahwa perbedaan dalam masyarakat merupakan keniscayaan.

Karena itu Daniel berharap politik kebangsaan akan tetap menjadi warna utama politik Indonesia, yang mendorong toleransi sesama umat beragama.

“Karena asas kemanusiaan adalah yang utama bagi setiap agama dan keyakinan kita,” ujarnya.

Daniel juga teringat perjuangan Presiden Keempat Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang memberikan keteladanan bagi masyarakat Indonesia bahwa keberagaman merupakan anugerah dari Tuhan.

Karena itu menurut dia, keteladanan Gus Dur itu harus terus diteladani sehingga kehidupan yang damai terus terwujud dalam bingkai keberagaman.

Dia menegaskan bahwa PKB bersama seluruh elemen masyarakat akan memastikan bahwa Pancasila, kebhinekaan, persaudaraan akan terus abadi di bumi Indonesia.

ANT