Jakarta, Aktual.com — Pantai Gading (Côte d’Ivoire) menjadi sebuah negara di Afrika Barat yang berbatasan dengan Liberia, Guinea, Mali, Burkina Faso, dan Ghana di sebelah barat, utara dan timur serta dengan Teluk Guinea di sebelah selatan.

Sebagai salah satu negara termakmur di wilayah tropis Afrika Barat, perkembangan ekonominya telah dikikis oleh kekacauan politik yang ditimbulkan oleh korupsi dan penolakan reformasi
Pantai Gading merupakan negara penghasil dan pengekspor cokelat terbesar di dunia.

Perkebunan cokelat di Negara ini banyak sekali menyerap tenaga kerja dari negara – negara tetangga seperti Ghana, Liberia, Sierra Leone, Guinea, Senegal, Guinea – Bissau, Cape Verde, Nigeria, Benin, dan Togo.

Selain Cokelat, hasil utama pertanian di Pantai Gading adalah Kopi, Karet, Tebu, Kelapa, dan Kelapa Sawit.

Meski Perekonomian negara ini cukup baik, Pantai Gading juga mempunyai objek wisata yang menarik. Kita simak apa saja objek  wisata eksotis di Pantai Gading:

1. Musee National Abidjan
Tempat ini merupakan adalah rumah  utama di negara ini. Musée National berada dekat dengan pasar Le Plateau dan berisi lebih dari 20.000 keping Afrika seperti patung kayu, tembikar, gading, perunggu dan masker.

Musée Municipal d’Art Contemporain de Cocody menawarkan pengunjung pemandangan karya kontemporer dari seniman Afrika.

Pilihan museum lainnya termasuk Museum kostum asli yang menampilkan item pakaian asli serta Museum of Civilization, yang menampilkan pameran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan sosiologi.

2. Yamoussoukro
Yamoussoukro yang merupakan ibukota pemerintahan. Sekitar 200.000 jiwa hidup di kota yang berlokasi sekitar 240 km barat laut Abidjan yang merupakan pusat perkonomian dari negara tersebut.

Berdasarkan sejarah, kota Yamoussoukro dulunya bernama N’Gokro yang diperintah oleh seorang ratu bernama Yamoussou di zaman kolonial. Kemudian sekitar abad 20, kota tersebut berganti nama menjadi Yamoussoukro untuk menghormati sang ratu.

Pada mulanya, kota ini adalah kota agraris yang terbilang kecil yang kemudian berkembang pesat seiring dengan berjalannya waktu. Saat ini Yamoussoukro adalah kota terbesar kedua di Pantai Gading setelah Abidjan.

Kota ini berhiaskan jalanan yang tertata rapi diterangi oleh lampu-lampu indah. Turis juga harus berkunjung ke taman yang terletak di pusat kota. Selain itu, ada juga gereja Kristen terbesar yang bernama “Basilica Our Lady of Peace”.

3. Tai National Park
Taman ini adalah salah satu sisa-sisa  terakhir dari hutan tropis primer Afrika Barat. taman ini  kaya flora alami, dan spesies mamalia terancam seperti kuda nil kerdil dan 11 spesies monyet, menjadi kepentingan ilmiah yang besar.

Taman ini terletak di sebelah selatan-barat Pantai Gading sekitar 200 km sebelah selatan dari Man dan 100 km dari pantai, antara Sungai Cavally (yang menandai perbatasan barat dengan Liberia) dan Sungai Sassandra di sebelah timur.

Taman berisi beberapa 1.300 spesies tanaman yang lebih tinggi dari yang 54 persen terjadi hanya di zona Guinea. Vegetasi didominasi padat hutan ombrophilous cemara dari jenis Guinea ditandai dengan pohon-pohon tinggi (40-60 m) dengan batang besar dan kadang-kadang penopang besar atau akar panggung. Sejumlah besar epifit dan Lianes merupakan elemen penting dalam cakrawala yang lebih rendah.

Sedangkan fauna, yang cukup khas hutan Afrika Barat dan taman berisi 47 dari 54 spesies mamalia besar diketahui terjadi di hutan hujan Guinea termasuk lima spesies terancam.

Mamalia termasuk monyet mona, putih monyet berhidung dan diana monyet, colobus hitam serta putih, colobus merah dan hijau colobus, sooty mangabey, simpanse, yang ada 2,000-2,800 di Tai, trenggiling raksasa, pohon trenggiling.

Dan, trenggiling ekor panjang , kucing emas, macan tutul, gajah, bushpig, babi hutan raksasa, kuda nil kerdil, chevrotain air, bongo, kerbau dan berbagai ular biasa dari duikers hutan. Lebih dari 230 spesies burung telah dicatat, 143 khas hutan primer.
.

Artikel ini ditulis oleh: