Pamekasan, Aktual.com – Polres Pamekasan, Jawa Timur, menemukan ada dua warga di wilayah itu yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi warga asal Probolinggo yang kini ditahan di Mapolda Jatim karena kasus pembunuhan dan penggandaan uang.

Dengan adanya penambahan dua korban lagi, warga Pamekasan menjadi daerah dengan jumlah korban Dimas Kanjeng terbanyak. Saat ini, Polres Pamekasan terus melakukan penyelidikan sebab tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban lainnya.

“Kami telah meminta tim intelijen untuk terus melakukan penyelidikan, sebab tidak menutup kemungkinan bukan hanya dua orang itu,” kata Kabag Ops Polres Pamekasan Kompol Sarpan di Pamekasan, Jumat (7/10).

Selain melakukan penyelidikan Polres Pamekasan juga membuka posko pengaduan korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mengingat data informasi yang disampaikan pihak Polda Jatim ke Mapolres Pamekasan tercatat menjadi daerah dengan jumlah korban terbesar selain dari Pulau Madura.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi diketahui ditangkap Polda Jatim pada Kamis, 22 September 2016, pukul 01.00 WIB hingga 08.30 WIB. Ia ditangkap lantaran disangka menjadi otak pembunuhan muridnya, yakni Abdul Ghoni dan Ismail.

Penangkapan terhadap Kanjeng Dimas karena dia sudah tiga kali mangkir dipanggil Polda Jatim untuk diperiksa soal dugaan pembunuhan yang dilakukan. Ribuan personel polisi dari Polres Probolinggo dan Polda Jatim dengan bersenjata lengkap beserta sejumlah mobil khusus pengurai massa dikerahkan saat penangkapan.

Belakangan Dimas Kanjeng juga diketahui sebagai pelaku penipuan dalam kasus penggandaan uang. Hasil penyelidikan petugas kepolisian menyebutkan, nilai penipuan yang dilaporkan itu mencapai Rp830 juta dan Rp1,5 miliar.

Dimas Kanjeng Taat Pribadi diketahui memang membuka praktik dengan sistem “multilevel marketing” (MLM), yakni per orang menyetor uang Rp25 juta dan dikumpulkan kepada orang kepercayaannya.

Meski Pimpinan Padepokan telah ditangkap, namun para pengikutnya masih banyak bertahan di padepokan. Hingga 4 Oktober 2016, tercatat ada 242 orang Jawa dan Luar Jawa yang masih menetap di Padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi.

(Antara)

()