Menjelang kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al- Saud ke Indonesia. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI Andreas Pereira mengatakan bahwa kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al- Saud ke Indonesia harus menjadi lawatan strategis di tengah perubahan melanda dunia saat ini. Sekaligus, sebagai kunjungan dengan delegasi terbesar yang pernah mengunjungi Indonesia.

“Dari aspek ekonomi kunjungan ini diikuti oleh delegasi pemerintah 10 menteri dan pangeran-pangeran yang mempunyai otoritas penting dalam kerjasama ekonomi dan investasi,” kata Andreas dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (27/2).

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pereira berbicara dialektika demokrasi dengan tema 'Ancaman Baru Deparpolisasi' di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/3). Diskusi tersebut membahas terkait keputusan dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memilih maju di Pilgub 2017 mendatang secara Independen karena 'restu' PDIP tak kunjung didapat. Deparpolisasi adalah gejala psikologis masyarakat yang menghilangkan kepercayaan terhadap partai politik, dan enggan untuk mengidentifikasikan diri pada partai politik tertentu. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pereira berbicara dialektika demokrasi dengan tema ‘Ancaman Baru Deparpolisasi’ di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/3). Diskusi tersebut membahas terkait keputusan dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memilih maju di Pilgub 2017 mendatang secara Independen karena ‘restu’ PDIP tak kunjung didapat. Deparpolisasi adalah gejala psikologis masyarakat yang menghilangkan kepercayaan terhadap partai politik, dan enggan untuk mengidentifikasikan diri pada partai politik tertentu. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

“Rencana investasi puluhan milyar US dollar kiranya akan mempererat hubungan kerjasama ekonomi kedua negara,” tambah politikus PDI Perjuangan itu.

Bahkan, sambung dia, dari aspek politik kunjungan ini mempunyai nilai strategis mengingat Arab Saudi adalah middle power di Timur Tengah, sebagaimana halnya Indonesia dengan penduduk muslim terbesar di Asia Tenggara.

Sehingga, kerjasama dan peningkatan hubungan bilateral antar kedua negara akan menjadi faktor yang menentukan stabilitas di kedua kawasan.

“Dari aspek Agama dan Budaya, kerjasama yang erat antar kedua negara akan meningkatkan kualitas kehidupan agama¬† dan peradaban muslim di dunia, mengingat Arab Saudi sebagai pusat peradaban muslim dunia, dan Indonesia sebagai negara demokrasi Pancasila dengan populasi muslim terbesar di dunia,” sebutnya.

“Membangun kerjasama di bidang agama dan kebudayaan diharapkan tentu akan menghasilkan pemahaman yg sama antar kedua negara yang tentunya akan menjadi barometer bagi perdamaian dunia, khususnya masyarakat muslim dunia” tandas dia

(Laporan: Novrizal Sikumbang)

(Eka)