Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kedua kanan) didampingi Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Rachmad Wibowo, Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni dan Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol M Nuh Al Azhar memberikan keterangan seputar penyebar berita hoax 7 kontainer surat suara tercoblos di Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/1/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa kemajuan teknologi digital dapat memberikan dampak negatif diantaranya adalah maraknya penyebaran berita hoaks.

“Penyebaran berita hoaks di media sosial pun kini bak rumput liar ketika memasuki era digital,” kata Brigjen Dedi ditulis Jumat (26/7).

Ia menambahkan bahwa hal tersebut berpotensi untuk merusak persatuan NKRI. “Hal tersebut juga dapat membunuh karakter generasi milenial dan menumbuhkan rasa premanisme yang bisa merusak persatuan NKRI,” katanya.

Oleh karena itu menurut dia karakter masyarakat perlu untuk dibentuk agar dapat menyaring berbagai informasi yang ada.

“Kemajuan teknologi pun harus diiringi dengan pembentukan karakter, pemahaman dan kedewasaan dalam menyaring berbagai bentuk konten dan informasi yang ada,” ujarnya.

Ia mengatakan Polri terutama Divisi Humas Polri harus mampu berperan dalam menciptakan generasi milenial yang berkualitas.

(Abdul Hamid)