Prajurit TNI menyisir kawasan yang terkena dampak awan panas erupsi Gunung Sinabung di Desa Gamber, Karo, Sumatra Utara, Minggu (22/5). Erupsi Gunung Sinabung yang disertai awan panas pada Sabtu (21/5) menyebabkan tujuh warga tewas dan dua orang lainnya kritis. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/kye/16

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Pertahanan dan prajurit TNI menerima penghargaan dari Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RTDL) atas jasa keterlibatanya dalam Misi Pelayanan Kesehatan untuk rakyat dan militer Timor Leste yang di pusatkan di Kota Dili pada 29 Januari hingga 2 Februari 2016.

Penghargaan berupa sertifikat kepada seluruh personil yang terlibat misi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kementerian Pertahanan Timor Leste kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Senin (23/5).

“Misi pelayanan kesehatan yang dilakukan di Kota Dili beberapa waktu lalu bisa menjadi cikal bakal kerja sama antara kedua negara di segala bidang, tidak hanya kerja sama di bidang pertahanan saja,” ujar Menhan.

Ryamizard juga mengapresiasi kepada Menhan RDTL yang telah menganugerahkan penghargaan kepada tim misi pelayanan kesehatan di Timor Leste.

“Rasa bangga ditorehkan kepada personel Kemhan dan TNI yang telah melaksankan misi pelayanan kesehatan dengan sungguh-sungguh sehingga berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan,” tutur mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Dirjen Kuathan Kemhan Laksamana Muda TNI Agus Purwoto mengatakan, dalam Misi Pelayanan Kesehatan tersebut Pemerintah Indonesia mengerahkan personel kesehatan TNI dan Kemhan sebanyak 441 orang yang terdiri dari 150 awak kapal KRI dr Soeharso dan 291 orang dari Tim Kesehatan Kemhan RI, Satgaskes TNI AD dari Tenaga Spesialis RS. Gatot Subroto Ditkesad dan Yonkes 2/2 Kostrad, Satgaskes TNI AL dari RS dr Ramelan, Yonkes 1 Marinir dan Satgaskes TNI AU dari RUSPAU dr Hardjoloekito dan RSAU dr Esnawan.

Dari sisi sarana prasarana, kata dia, TNI mengerahkan KRI dr Soeharso sebagai kapal angkut personel sekaligus menjadi Rumah Sakit Terapung untuk pelayanan kesehatan bidang pelayanan spesialis dan perawatan pasien, 2 RumkitLap dari Yonkes Kostrad dan Marinir, kendaraan pelayanan kesehatan mata dan gigi serta satu unit pesawat Hercules sebagai alat angkut personel dan satu unit Hellybell.

Jenis pelayanan kesehatan umum maupun spesialis yang diberikan, tambah Agus, berupa pengobatan umum, gigi dan pemeriksaan dini stroke serta pelayanan operasi katarak, pterygium, bibir sumbing, hernia, struma, hemorrhoid, Iipoma, tonsilektomi dan khitan kepada rakyat dan militer Timor Leste dengan jumlah pasien yang berhasii di layani mencapai 3.692 orang.

()