Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Seskab Pramono Anung (kiri) sebelum memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/11). Presiden Joko Widodo meminta seluruh menterinya merencanakan program kerja 2016 dengan baik dan matang serta belajar dari pelaksanaan program 2014-2015 sehingga tidak ada lagi regulasi dan kebijakan yang bertabrakan dengan kementerian/lembaga lainnya atau menjadi polemik di masyarakat dan sesuai dengan Nawacita. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/aww/15.

Jakarta, Aktual.com — Presiden Joko Widodo mengaku tidak mengatahui siapa penyebar daftar perombakan kabinet yang pekan lalu beredar di masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menggapi kabar akan dilakukanya reshuffle dalam waktu dekat.

“Beliau setiap waktu dan saat, apa yang terjadi di publik, beliau tahu,” kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/4).

Namun Pramono mengatakan bahwa reshuffle itu kewenangan sepenuhnya Presiden Jokowi.

“Presiden bisa meminta masukan kepada siapapun tetapi kewenangan melakukan reshuffle sepenuhnya ada pada Presiden dan timing yang tepat atau kapan waktunya itu Presiden yang tahu,” kata Pramono Anung.

Menurut dia, walaupun Presiden berdiskusi dengan orang di sekelilingnya tetapi kewenangan untuk reshuffle, sepenuhnya ada di Presiden.

“Intinya Presiden ingin mendengarkan dari berbagai masukan tetapi kapan waktunya dan siapa itu kewenangan sepenuhnya di Presiden,” tegasnya.

Mengenai laporan kinerja kabinet dari Setkab kepada Presiden, Pramono mengatakan Presiden secara rutin mendapat masukan dari Seskab karena memang tugaas Seskab untuk itu.

“Melakukan manajerial pemerintahan bukan hanya kalau mau reshuffle tapi setiap waktu, kami selalu melaporkan kepada Presiden,” katanya.

Menanggapi pernyataan soal matahari kembar dalam pemerintahan, Pramono mengatakan di mana-mana hanya ada satu matahari dan bulan.

“Jadi tidak ada matahari kembar. Matahari itu satu, bulan satu,” katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta semua menteri anggota Kabinet Kerja untuk fokus bekerja.

Hal itu disampaikan Presiden menjawab pertanyaan wartawan tentang isu reshuffle yang kembali menghangat.

“Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang dorong-dorong, tidak usah. Tidak ada yang dikte-dikte, apalagi tidak usah ada intervensi,” ucap Presiden di Gelora Bung Karno, Minggu malam 3 April 2016.

(Antara)

()