Selain akan meningkatkan intensitas kompetisi antar kedua kandidat, memasuki awal tahun 2019 juga akan menjadi waktu untuk melakukan evaluasi terhadap kerja-kerja politik yang telah dilakukan sejak September 2018 pada masa kampanye.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Reviww (IPR) Ujang Komarudin kepada aktual.com terkait prediksinya atas kondisi pertarungan Pilpres di awal tahun nanti.

“Kemungkinan kedua kandidat Capres dan Cawapres dan partai politik untuk melalukan evaluasi di Desember 2018 nanti,” kata Ujang.

Sehingga, sambung dia, dari hasil evaluasi annti, para kendidat dan tim pemenangannya akan langsung tancap gas di awal Januari 2019 nanti. Bahkan, termasuk para lembaga survei yang saat ini terkesan tidak terlalu antusiasi untuk mengeluarkan penelitiannya, akan melakukannya di awal tahun baru nanti.

“Kedua kubu kemungkinan besar akan tancap gas di Januari 2019. Karena dari Januari hingga April 2019 merupakan bulan-bulan yang menentukan, yang akan diisi oleh kampanye yang menyenangkan, bukan nyinyiran. Kampanye yang simpatik, bukan licik. Kampanye yang tersistematis, bukan miris. Kampanye yang lebih terkonsep dan substantif, bukan kampanye reaktif dan saling serang,” ucapnya.

“Lembaga survey sedang mencari momentum yang tepat untuk melakukan survey dan publikasi surveynya. Januari adalah bulan yang tepat untuk mengeluarkan hasil surveynya tersebut,” tambahnya.

Kendati awal tahun situasi politik cenderung memanas, kata dia, bukan berarti para pihak kemudian mengeyampingkan akal sehatnya, dengan melakukan cara-cara yang membabi buta.

“Awal tahun politik akan semakin keras,kedua kubu akan saling menaikan tensi politiknya. Hal tersebut wajar dilakukan. Karena sudah mendekat di hari pemilihan. Tetapi, sekeras apapun persaingan nanti, hati dan kepala harus tetap dingin.

Jangan sampai kerasnya suhu politik dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah bangsa,” tutup Ujang.

View Fullscreen
(Novrizal Sikumbang)