Jakarta, Aktual.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap sembilan anggota Komisi Kejaksaan periode 2015-2020 di Istana Negara, Kamis (6/8).

Kesembilan anggota Komisi Kejaksaan itu yakni, Sumarno (Ketua dari unsur pemerintah), Erna Ratnaningsih (wakil merangkap anggota dari unsur masyarakat), Ferdinand T Andi Lolo (anggota dari unsur masyarakat), Pultoni (anggota dari unsur masyarakat), Barita L H Simanjuntak (anggota dari unsur masyarakat).

Selanjutnya Yuni Arta Manalu (anggota dari unsur masyarakat), Indro Sugiarto (anggota dari unsur masyarakat), Yuswa Kusuma AB (anggota dari unsur pemerintah) dan Tudjo Pramono (anggota dari unsur pemerintah).

Dalam Peraturan Presiden nomor 18 tahun 2011 menjelaskan bahwa seluruh anggota Komisi Kejaksaan akan menjalani tugasnya dalam mengawasi, memantau, dan menilai kinerja, sikap, serta perilaku para jaksa dan pegawai kejaksaan dalam melaksanakan tugas kedinasannya.

Ketua Komisi Kejaksaan Sumarno mengatakan, tugas dan wewenang Komisi Kejaksaan adalah mendorong kinerja kejaksaan untuk lebih baik lagi. Ketika ditanya peningkatan kinerja Komisi Kejaksaan, Sumarno mengaku akan masih melakukan koordinasi dengan anggota lainnya.

Sedangkan Anggota Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengaku, pihaknya akan membuktikan kepada masyarakat bahwa Komisi Kejaksaan itu ada. “Kami akan membuka akses ke publik untuk memberikan memberikan saran dan laporan terhadap perilaku jaksa, serta akan menerima laporan masyarakat untuk membuktikan Komisi Kejaksaan ada,” kata dia di Jakarta.

Dia mengaku akan melakukan pengawasan terhadap sikap dan perilaku jaksa di dalam dan di luar kedinasan, serta mengusulkan perbaikan sarana prasarana untuk meningkat kinerja jaksa.

Sementara itu, Jaksa Agung Prasetyo mengaku akan memberikan ruang gerak seluas-luasnya terhadap Komisi Kejaksaan, untuk memnatu dan mengawasi kinerja yang dipimpinnya.

“Masukan dari mereka harus diperhatikan dan kami akan mendalami serta menindaklanjuti baik masukan yang positif maupun yang negatif,” kata Prasetyo usai mengikuti upacara pelanntikan di Istana Negara.

()

(Wisnu)