Malang, Aktual.co — Nurhadi (37) warga Dusun Pabrikan RT 14 RW 03, Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, harus mengalami nasib dikucilkan dari warga setempat.
Ia dikucilkan oleh keluarganya, lantaran kondisi jiwanya tidak stabil. Saat ini Nurhadi ditempatkan di belakang rumahnya dengan kondisi kaki yang dirantai. Walau tampak normal, Nurhadi terkadang berubah marah dan membahayakan warga sekitar tempat tinggalnya.
Kondisi kejiwaan Nurhadi mulai tak normal sejak 1999 silam. Pria malang ini diyakini keluarga menjalani ilmu-ilmu kanuragan sehingga kondisi jiwanya tak stabil.
“Dia nglakoni (menjalani) ilmu-ilmu dengan membawa wirid,” kata Nurhasan Mujib (39), kakak kandung Nurhadi ditemui di rumahnya, Rabu (22/10).
Nurhasa menegaskan, langkah pengucilan adiknya dilakukan agar menghindari amukan, pasalnya, Nurhadi disebut-sebut tak segan untuk menyakiti tetangganya bila marah.
“Kalau marah bawa parang, kan bahaya bagi orang lain. Makanya kami ikat di belakang,” jelasnya.
Pengobatan bagi Nurhadi sudah dilakukan oleh keluarga baik secara medis hingga non medi. Bahkan, Nurhadi sempat dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Baru satu bulan berada di rumah sakit, Nurhadi memilih kabur dan kembali pulang ke rumahnya.
“Sekarang obat biasa diberi oleh puskesmas setiap sebulan sekali. Dibawa ke rumah sakit juga kabur,” ungkap Nurhasan.
Nurhasan menuturkan, jika Nurhadi sudah menyenangi lelaku sejak kecil. Menginjak dewasa adiknya merantau ke ibukota hingga harus kehilangan tiga jari tangan kanannya.
“Kena mesin, waktu itu kerja di pabrik pengolahan plastik di Jakarta. Kemudian pulang dan kembali menjalani ilmu-ilmu,” cerita Nurhasan.
Dia berharap adanya kesembuhan pada adiknya, sehingga tidak kembali mengucilkan atau membahayakan orang lain.

()