Jakarta, Aktual.com — Royal Philips dan Pusat Studi Kedokteran Universitas Radboud dari Belanda memperkenalkan prototipe kesehatan digital terintegrasi yang memungkinkan penderita diabetes beserta penyedia layanan kesehatannya membuat keputusan mengenai cara penanggulangan yang lebih tepat, sambil pada saat yang sama, dapat mengatur perawatan diri pasien diabetes yang kompleks.

Sistem yang terdiri dari aplikasi ponsel untuk pasien dan komunitas online ini adalah aplikasi pertama yang dapat mengumpulkan dan menghubungkan data dari rekam medis elektronik, alat-alat kesehatan pribadi – termasuk pengukur glukosa nirkabel dan alat pemantau kegiatan –ditambah dengan data yang pasien catat sendiri.

Melalui ponsel pintar (atau Tablet), aplikasi ini memberikan pasien akses ke data parameter penting seperti tingkat glukosa darah, penggunaan insulin dan nutrisi, serta petunjuk dimana pun pasien diabetes berada.

Dalam komunitas online yang aman ini pasien yang mendaftar dan penyedia layanan kesehatan dapat berinteraksi melalui pesan pribadi maupun info yang ditujukan untuk semua anggota (shared info) sesuai dengan aturan klinis organisasi layanan kesehatan.

Dengan cara ini, pasien bisa mendapatkan saran dari tim perawat yang menggunakan data yang telah digabungkan, dan dapat dengan mudah berbagi pengalaman dengan pasien-pasien lain, tenaga kesehatan, serta perawat.

Pengembangan prototipe yang dilakukan bersama-sama oleh Philips, Radboudumc dan Salesforce ini diharapkan untuk dapat dievaluasi dalam pasar terbatas sebelum akhir tahun ini, dan dengan rencana memperkenalkan solusi perawatan terhubung sejenis untuk kondisi kronis lainnya.

Untuk diketahui, diabetes merupakan sebuah kondisi kronis yang secara global juga dicatat telah menghabiskan banyak biaya belanja kesehatan dengan hampir 400 juta penderita di seluruh dunia. Diabetes seringkali diasosiasikan dengan berbagai penyakit kronis lainnya.

Rata-rata, para penderita diabetes bisa mengambil hingga 180 keputusan per hari terkait kesehatan mereka, dengan mengumpulkan dan mengevaluasi informasi penting mengenai faktor personal dan medis, mulai dari kadar gula dalam darah, olahraga, hingga memilah makanan.

Tim perawatan pasien diabetes bisa menambah lebih dari 10 tipe penyedia layanan. Hal ini membuat hidup dengan diabetes rumit ditangani sendiri, dan tak jarang mengakibatkan stres bagi penderita.

“Senang sekali bisa membantu penderita diabetes dengan menyediakan alat yang menghubungkan semua data dan alat kesehatan yang mereka miliki. Sistem kami memungkinkan satu komunitas berbagi data dan pengalaman, di mana mereka bisa berkolaborasi dengan sesama pasien dan tim perawat, dalam sebuah lingkungan yang aman,” kata Jeroen Tas, CEO Healthcare Informatics Solutions and Services, Philips.

“Kebutuhan terhadap solusi yang bisa meningkatkan penanganan mandiri dan perawatan yang berkelanjutan bagi mereka yang memiliki kondisi kronis seperti diabetes meningkat. Begitu pula kebutuhan untuk menjaga agar kondisi pasien tidak menurun (health deterioration, red), mengurangi angka penurunan kesehatan, tingkat kembali rawat inap di rumah sakit, serta tingkat kematian. Sistem ini didesain oleh pasien dan untuk pasien, memungkinkan manajemen kesehatan serta perawatan yang terintegrasi dengan cara baru, terkoneksi, efisien, dan sangat berorientasi pada pasien.”

“Kami ingin mendorong dan mendukung pasien agardapat mengendalikan penyakit yang mereka derita dengan menyediakan alat yang tepat untuk membuat keputusan. Hal ini sejalan dengan misi kami terhadap layanan kesehatan partisipatif berorientasi pada pasien di Radboudumc,” kata Cees Tack, Profesor penyakit dalam di Radboudumc.

“Memberdayakan pasien menjadi mitra yang sesungguhnya dalam perawatan kesehatan mereka dengan memberikan akses terhadap data mereka, dan memfasilitasi kerjasama merupakan kunci perubahan pada masyarakat,” timpal Lucien Engelen, Director REshape Center di Radboudumc.

()