Foto udara kawasan reklamasi di Teluk Jakarta, Rabu (11/5). Pemerintah telah memutuskan moratorium reklamasi Teluk Jakarta hingga enam bulan mendatang sambil membuat rencana induk holistik, terperinci dan mendalam terkait proyek pembangunan Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD) atau Proyek Garuda yang lebih dikenal dengan nama tanggul laut raksasa. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/ama/16.

Jakarta, aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tanggul sepanjang 1.664 meter di Pantai Dadap yang masuk dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai upaya mengatasi banjir rob di daerah pesisir.

Pembangunan Program NCICD fase A ini bersinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adapun pengerjaan tanggul pantai diharapkan dapat selesai pada 2025.

Pengerjaan NCICD antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PUPR. Diketahui, pengerjaan Pemprov DKI terdiri dari 4 klaster. Diantaranya, Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat dan klaster Kali Blencong. Sementara bagian Kementerian PUPR, adalah Pantai Kamal-Dadap, Cengkareng Drain, Muara Baru, Ancol Hilir, dan Kalibaru.

Konsep pengendalian banjir di pesisir Teluk Jakarta dilakukan dengan membangun infrastruktur berupa tanggul pantai dan muara sungai, sistem polder serta penataan drainase lingkungan. Garis pantai dan muara sungai yang kritis di pesisir Teluk Jakarta berdasarkan Detail Desain NCICD 2016 dan reviewnya sepanjang 46,2 km.

Kementerian PUPR hingga 2023 telah mengerjakan tanggul sepanjang 8,2 km di Pantai Muara Baru, Pantai Kali Baru, Pantai Kamal Muara, Kali Ancol, Cakung Drain, Cengkareng Drain, dan Kali Dadap. Selain itu juga membangun tiga unit kolam retensi di Cilincing.

Pada 2024, Kementerian PUPR sedangkan mengerjakan tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6 km serta satu kolam retensi di Pantai Kamal Muara – Dadap serta di Muara Sungai Dadap.

Berdasarkan pantauan di lokasi pembangunan tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu 25 Februari 2024. Terlihat Sejumlah alat berat sedang mengerjakan proyek tanggul tersebut. Diketahui, berdasarkan denah peta proyek yang diterima oleh wartawan, seperti tidak lurusnya pembuatan tanggul tersebut, dan juga terdapat sebidang tanah yang diduga diperuntukan pintu masuk VVIP salah satu perusahaan pembuatan kapal.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra S Atmawidjaja membantah proyek tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, diduga ada main dengan salah satu perusahaan untuk pintu masuk pelabuhan VVIP.

“Tidak betul opini bahwa tanggul pantai dibangun untuk kepentingan kelompok tertentu (private sector), seperti pelabuhan kapal/marina,” ujar Endra saat dikonfirmasi, Kamis (29/2).

Endra menyebut, pembangunan tanggul Pantai Dadap bertujuan untuk melindungi warga Jakarta dari risiko banjir.

“Termasuk untuk menahan rob atau kenaikan muka air laut yang masuk ke lahan-lahan yang rendah akibat penurunan muka tanah (land subsidence),” ucapnya.

Dia menambahkan, Kementerian PUPR akan menyelesaikan tanggul pantai sepanjang 1 kilometer (km) pada 2024 ini. “Tahun ini kami selesaikan 1 km terakhir dari target 11 km yang menjadi kewajiban pusat,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6 kilometer (km) pada 2024 ini. Adapun hingga 2023, telah terbangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia mengatakan, pembangunan tanggul pantai dan muara sungai telah dijalankan secara strategis sejak 2020 silam.

Diketahui, penanggung jawab dari proyek itu terbagi menjadi dua, yakni oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Untuk 2024 ini, Kementerian PUPR sedang mengerjakan 1.664 meter (tanggul pantai) dan satu unit kolam retensi di Pantai Kamal Muara Dadap dan Muara Sungai Kali Dadap, yang 1,6 km ini merupakan penyelesaian dari kesepakatan yang sudah kami lakukan dengan Pemprov DKI Jakarta untuk pembangunan tanggul pantai ini,” kata Bob dalam Seminar Nasional Giant Sea Wall di Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari.

Bob mengatakan, secara keseluruhan panjang total garis pantai dan muara sungai serta pesisir Jakarta mencapai 120 km. Dari jumlah tersebut, berdasarkan detail desain NCICD 2016, panjang garis pantai dan muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km.

“Review-nya sepanjang 38 km dan pada 2014-2019 pembangunan tanggul pantai dan muara sungai telah dikerjakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pihak swasta sepanjang 13 km, sehingga terdapat garis pantai dan muara sungai yang masih dikatakan kritis sepanjang 25 km,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Rizky Zulkarnain

Tinggalkan Balasan