Jakarta, Aktual.co —  Perseroan Terbatas Pupuk Sriwidjaja (PT Pusri) sejak Januari hingga September 2014 telah menjual pupuk urea nonsubsidi atau komersial ke perusahaan perkebunan swasta sebanyak 332.872 ton.

“Pupuk urea nonsubsidi itu dipasarkan ke perusahaan perkebunan di sembilan provinsi yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Manajer Hubungan Masyarakat PT Pusri Sulfa Ghanie di Palembang, Jumat (24/10).

Selain ke perusahaan perkebunan swasta, dalam kurun waktu tersebut, PT Pusri juga telah menjual pupuk urea nonsubsidi itu ke sejumlah perusahaan sektor industri, bahkan ada yang diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia.

Realisasi penjualan pupuk ke perusahaan sektor industri dalam kurun waktu sembilan bulan itu mencapai 135.096 ton, sedangkan yang berhasil dipasarkan ke luar negeri mencapai 71.719 ton pupuk urea, ujarnya.

Menurutnya, guna meningkatkan pendapatan perusahaan, selain melaksanakan kewajiban yang ditugaskan pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani di sembilan provinsi rayon atau wilayah kerja PT Pusri, pihaknya tetap berupaya melakukan kegiatan bisnis dengan memasarkan pupuk secara komersial.

Kegiatan pemasaran pupuk urea secara komersial itu akan terus ditingkatkan guna memperluas pasar mengantisipasi peningkatan produksi seiring sedang dibangunnya satu pabrik baru proyek revitalisasi pabrik urea tertua di dunia, Pusri II, yang dibangun pada 1974.

Saat ini dengan empat pabrik yang memiliki total kapasitas produksi terpasang mencapai 2,262 juta ton pupuk urea per tahun secara umum dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani dan perusahaan perkebunan dalam negeri serta sebagian dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Kegiatan pemasaran dan produksi pupuk urea tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik, sehingga program pengembangan perusahaan bisa berjalan sesuai rencana dan secara bertahap dapat segera direalisasikan, ujar Sulfa.

()

(Eka)