Denpasar, Aktual.com ‎- Fakta mencengangkan diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali. Dari total penduduk Bali sebanyak 3.049.900 jiwa, sebanyak 2,01 persennya merupakan pecandu narkoba. Dengan kata lain, terdapat sekitar 61.353 orang Bali yang positif narkoba.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Putu Gede Suastawa, ‎menjelaskan, dari jumlah yang terdeteksi pecandu narkoba, sebanyak 632 orang tengah menjalani rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, terdapat 18 orang anggota polisi dari seluruh wilayah hukum Polda Bali.

“Jumlah yang rehab ini terdiri dari 409 orang yang ditangkap oleh aparat dan 123 orang yang melaporkan diri. Termasuk 18 anggota polisi tersebut sudah direhabilitasi dan sekarang mereka sudah ke luar, sudah pulih. Tetapi dipastikan, 18 anggota polisi tersebut tetap dalam pantauan di masing-masing atasannya,” kata Suastawa di Denpasar, Jumat (22/7).

Tragisnya, kata Suastawa, dari puluhan ribu pecandu narkoba di Bali rata-rata di usia produktif.‎ Pecandu terbanyak berada pada kisaran usia 21 tahun hingga 40 tahun. Sementara untuk usia di bawah 21 tahun dan di atas 40 tahun tidak sampai 1 persen.

Untuk profesinya, Suastawa menyebut berbagai macam latar belakang. Mulai dari PNS, Polri, guide, mahasiswa, pengusaha, manager dan ‎berbagai lapisan kelas sosial lainnya. Untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Suastawa menyebut dibutuhkan dana tak sedikit. Untuk itu, ia berharap agar pemerintah pusat mengucurkan dana lebih besar yang diperuntukkan hal tersebut. Tujuannya untuk lebih gencar melakukan rehabilitasi agar Bali bebas dari peredaran gelap narkoba.

BNN Provinsi Bali pun gencar melakukan sweeping ke tempat hiburan malam yang banyak bertebaran di Pulau Dewata. Dinihari tadi, BNN melakukan sweeping ke empat diskotek dan mendapati sembilan orang yang terindikasi positif narkoba jenis sabu-sabu, ineks dan obat-obatan lainnya.

 

Laporan: Bobby

Artikel ini ditulis oleh: