Jakarta, Aktual.com — Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan pemangkasan anggaran dalam pembahasan APBNP 2016 nanti, terhadap sektor yang bersinggungan dengan hajat hidup masyarakat miskin.

Meskipun, dalam kenyataannya APBN 2016 mengalami devisit cukup besar lantaran merosotnya penerimaan pendapatan di sektor pajak.

“Kita menginginkan dalam pembahasan APBNP ini subsidi atas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu dan pemegang kartu BPJS tidak berkurang,” kata Muzani dalam konfrensi persnya, di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (19/5).

Fraksi Gerindra, kata Muzani mengkhawatirkan ambisi Presiden Jokowi untuk membangun sejumlah proyek infrastruktur yang begitu marak dilakukan disemua wilayah Indonesia, justru membuat sektor anggaran lain terganggu.

“Disatu sisi kami bangga bahwa pembangunan infrastruktur begitu cepat dilakukan pemerintah, tetapi disisi lain kami mengkhawatirkan,karena sektor keuangan negara sesungguhnya belum memungkinkan membangunan infrastruktur begitu marak,” sebut dia.

“Kami ingin pembangunan infrastruktur dilakukan lebih terukur lagi, agar apa yang menjadi jatah masyarakat miskin tidak berkurang karena pembangunan itu. Kalau itu terjadi, maka kami memastikan angka kemiskinan akan meningkat meski infrastruktur akan bertambah,” tandas sekertaris jenderal DPP partai Gerindra itu.

(Arbie Marwan)