Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat melakukan kunjungan kerja sekaligus penanaman benih padi varietas lokal MT1 dan Inpari 32 di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/12). Foto: AKTUAL/Hilmi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat melakukan kunjungan kerja sekaligus penanaman benih padi varietas lokal MT1 dan Inpari 32 di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/12). Foto: AKTUAL/Hilmi

Cirebon, Aktual.com Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak juga dengan anggaran di kementeriannya. Padahal sektor pertanian jadi salah satu penyumbang APBN sebesar 16,28 pada tahun 2020 kemarin.

Memang selama pandemi, pemerintah tengah melakukan refocusing anggaran, baik di pusat maupun daerah, untuk menangani wabah virus Corona. Tak terkecuali di Kementerian Pertanian.

“Besar sekali potongan di kita, refocusing. Misalnya untuk anggaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dari Rp5,9 triliun per tahun biasanya, sekarang cuma tinggal Rp2,2 triliun untuk tahun 2022,” kata Harvick saat melakukan kunjungan kerja yang bertajuk Gerakan Percepatan Tanam Padi MT1 di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/12).

Menurutnya, refocusing ini tentu saja akan berdampak pula terhadap program-program di Kementerian Pertanian, terutama program bantuan kepada petani.

Meski demikian, Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut mengaku mengerti akan kondisi keuangan negara saat ini. Sehingga persoalan refocusing tidak menjadi kendala baginya untuk terus mendorong para petani berproduksi.

“Tapi karena kami mengerti kondisi keuangan negara, kita punya semangat kita bisa cari jalan keluar,” ujarnya.

Wamentan Harvick mengungkapkan para petani bisa mengoptimalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor Pertanian. Ia menambahkan, per awal Desember 2021, KUR Pertanian telah tersalurkan hingga hampir Rp75 triliun.

Selain itu, para petani bisa juga memanfaatkan program-program kemitraan, seperti dari Agro Solution dan juga Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC). Bahkan, tambahnya, bisa saja mengundang investor untuk menanamkan modalnya, baik berupa bibit maupun teknologi.

“Bisa dari KUR, bisa dari kemitraan seperti tadi Agro Solution, PIHC, investor kita undang, kita buat payung hukumnya, pak Bupati dan Muspida kawal,” tutur Wamentan Harvick.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat menjajal alat sistem pertanian (alsintan) berjenis Kubota Transplanter SPW-48c di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/12). Foto: AKTUAL/Hilmi
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat menjajal alat sistem pertanian (alsintan) berjenis Kubota Transplanter SPW-48c di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Kamis (2/12). Foto: AKTUAL/Hilmi

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Wamentan Harvick turut menjajal alat mesin pertanian (alsintan) berjenis Kubota Transplanter SPV-6CDM. Alsintan itu merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk menanam padi para petani di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon.

Selain itu, Wamentan Harvick yang didampingi Bupati Cirebon, Imron Rosyadi juga turut menyerahkan bantuan berupa benih kepada kelompok petani di desa tersebut.

(A. Hilmi)