Jakarta, aktual.com – Rencana penggabungan semua hotel dan rumah sakit anak usaha BUMN menjadi holding oleh Menteri BUMN Erik Thohir dinilai bisa menghasilkan penciptaan nilai atau value creation yang lebih baik dibandingkan berdiri sendiri-sendiri.

“Holding BUMN tersebut bisa menciptakan value lebih baik dibandingkan mereka berdiri sendiri-sendiri,” ujar pengamat BUMN Toto Pranoto dari Universitas Indonesia (UI) saat dihubungi Antara di Jakarta, Minggu (12/1).

Toto mengatakan bahwa pada prinsipnya holding itu harus mampu membuat value creation . Artinya kalau ada lima BUMN digabung dalam satu holding, maka nilai holdingnya sama dengan tujuh atau delapan.

Namun kalau nilai holding sama dengan lima itu artinya membuang-buang waktu saja. Apalagi nilai holding sama dengan empat artinya terjadi value destroyed.

“Dalam konteks holding BUMN hotel atau rumah sakit bisa menjadi positif bila bisa menggali sumber-sumber value creation-nya . Misal dari upaya efisiensi untuk menurunkan cost structure atau upaya konsolidasi dengan membuat spesialisasi /diferensiasi sehingga sisi revenue bisa meningkat,” katanya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir akan menggabungkan seluruh rumah sakit anak usaha BUMN menjadi sebuah holding dalam rangka meningkatkan pelayanan rumah sakit BUMN menjadi terkemuka dan dipercaya publik.

Erick mengatakan rencana pembentukan holding rumah sakit ini akan menjadi konsolidasi yang baik dan bisnis yang dapat progresif serta bersaing.

Selain itu Kementerian BUMN akan memasukkan semua hotel yang menjadi anak-anak perusahaan BUMN ke sebuah perusahaan BUMN yang berstatus terbuka.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan akan mencari perusahaan BUMN berstatus terbuka mana yang cocok mengelola hal tersebut, dan selama ini kurang maksimal.

Apakah perusahaan BUMN berstatus terbuka yang akan ditunjuk itu hotel juga, Arya menjawab paling tidak yang ada kaitannya dengan hal tersebut karena sebagai penguatan lini bisnis mereka.

(Eko Priyanto)