Ribuan buruh dari berbagai elemen melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya ribuan buruh membawa berbagai isu seperti mencabut Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015, soal kenaikan upah tidak lebih dari 11 persen dan tolak Reklamasi Teluk Jakarta. Ribuan buruh dari berbagai daerah ini selain melakukan aksi di depan Istana Merdeka para buruh juga akan melakukan aksi puncaknya di Gelora Bung Karno.

Yogyakarta, Aktual.com – Sekitar 1.500 buruh dari berbagai perusahaan di Kota Yogyakarta, akan ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh Seduia pada 1 Mei di kompleks Balai Kota Yogyakarta.

“Tahun ini, tema yang diangkat adalah ‘May Day is Happy Day’. Kami berharap peringatan Hari Buruh ini membawa kebahagiaan dan kegembiraan bagi para pekerja,” kata Kepala Bidang Kesejahteraan dan Hubungan Industrial Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati di Yogyakarta, Jumat (28/4).

Sejumlah kegiatan yang akan digelar di antaranya adalah senam pagi bersama, dilanjutkan dengan jalan sehat dengan rute Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Melati Wetan, menuju Stadion Mandala Krida, Jalan Kenari dan finis di Balai Kota Yogyakarta.

Total jarak yang akan ditempuh sekitar 3,5 kilometer. “Harapannya, buruh bisa menikmati kegiatan ini dan memperoleh banyak manfaat positif. Mereka bisa saling tukar pikiran,” katanya.

Meski demikian, Rihari menyadari tidak semua buruh atau karyawan dapat ambil bagian dalam peringatan Hari Buruh tersebut karena kebetulan bertepatan dengan libur panjang akhir pekan.

“Di Kota Yogyakarta, ada banyak hotel yang justru menerima banyak tamu pada saat libur panjang akhir pekan. Ada sebagian karyawan yang tetap masuk pada saat peringatan Hari Buruh,” katanya.

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, lanjut Rihari akan melakukan pemantauan terhadap perusahaan yang mempekerjakan karyawan pada saat Hari Buruh.

“Pemantauan dilakukan secara sampling untuk memastikan bahwa karyawan tersebut diberi upah lembur, bukan upah pada hari biasa,” katanya.

Sekretaris Jenderal Aliansi Buruh Yogyakarta Kirnadi mengatakan, akan tetap melakukan aksi damai peringatan Hari Buruh Sedunia yang akan digelar dari Tugu hingga Keraton Yogyakarta.

Menurut dia, melalui aksi tersebut, para buruh ingin menyampaikan aspirasi ke Pemerintah DIY yaitu penetapan upah minimum sektoral dan penyediaan rumah murah atau rumah susun untuk buruh.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: