Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank terapresiasi seiring optimisme pasar terhadap negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China akan berlangsung lancar.

“Rupiah masih di pengaruhi oleh sentimen eksternal, apresiasi mata uang domestik karena optimisme pasar terhadap negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China,” kata Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (12/9).

Terpantau, rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.048 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.060 per dolar AS.

Ia mengemukakan kenaikan tarif barang-barang China senilai 250 miliar dolar AS yang akan dimulai pada 1 Oktober, dikabarkan ditunda hingga 15 Oktober.

“Presiden AS Donald Trump menyampaikan keputusan itu dibuat atas permintaan Wakil Perdana Menteri China Liu He dan sebagai pertimbangan perayaan ulang tahun ke-70 Republik Rakyat China,” paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, Trump juga kembali meminta the Fed untuk menurunkan suku bunga untuk melawan pertumbuhan ekonomi yang lemah, meski langkah itu biasanya enggan dilakukan oleh bank sentral.

(Abdul Hamid)