Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Ekonom senior Rizal Ramli, khawatir jika issu 3R (Radikalisasi, Radikulisasi dan Radikolisasi) akan terus digaungkan untuk mengalihkan persoalan ekonomi, kemiskinan dan persoalan sosial lain, seperti di Papua.

Sebagaimana kita ketahui, Rizal Ramli memuji visi pemerinrahan Joko Widodo lima tahun lalu yang ingin produksi pangan meningkat dan Indonesia berdaulat di bidang pangan. Tapi yang terjadi, selama memerintah Jokowi justru banyak melakukan impor pangan yang justru mematikan petani.

“Kepingin batasin impor, tapi malah impornya Indonesia ugal-ugalan. Itu karena menterinya yang dipilih raja impor,” ujarnya dalam talkshow bertajuk “Kupas Tuntas Wajah Baru Pembantu Jokowi” yang disiarkan salah satu TV swasta nasional, ditulis Senin (28/10).

Tidak hanya soal impor, Jokowi, kata mantan Menko Kemaritiman itu, dulu juga ingin ekonomi berpihak pada rakyat dengan mengusung nawacita trisakti. Tapi yang terjadi lagi-lagi salah arah.

“Kebijakan malah neoliberal. Karena memilih menteri seperti SPG (Sales Promotion Girl) dari Bank Dunia,” tegasnya.

Sedangkan Menkeu Sri Mulyani bertekad menambah utang terus karena sudah buntu mencari solusi krisis ekonomi yang dia hadapi. Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi RI bakal merosot dan suram sedang utang membengkak.

(Zaenal Arifin)