Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli saat diskusi serial untuk edukasi pemilih dengan tema "Debat-Tak Debat: Utang Besar Buat Siapa? di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (3/7/2018). Rizal Ramli mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia, khususnya masalah utang sedang dalam kondisi yang kurang sehat. Namun, pemerintah selalu mengelak dengan menyatakan bahwa utang Indonesia masih aman. Dan pemerintah selalu membandingkan rasio utang Indonesia lebih baik dengan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Padahal, perbandingan tersebut tak sesuai untuk dilakukan. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menko Maritim sekaligus ekonom senior Rizal Ramli menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang merupakan lembaga antirasuah itu tak bernyali untuk mengungkap kasus korupsi yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

“KPK tiga bulan yang lalu sudah gerebek kantor Enggar, ketemu bukti-bukti memo-memo tentang gula,” katanya ditulis Rabu (13/8).

“Kok KPK bisa-bisanya orang ketika tiga kali dipanggil gak datang kok diam saja? Kok nyalinya cuma segitu. Kok sama yang lain berani gitu loh, ada apa?,” tambahnya.

Dikatakan RR sapaan Rizal Ramli bahwa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah terlibat dalam dugaan kasus korupsi dengan cara menambahkan jumlah besaran impor yang membuat para petani dan petambak menjerit.

“Dia melebihkan impor yang seharusnya berapa dia tambahin dua juta ton untuk gula. Garam dia tambahin 1,5 juta ton. Sehingga petani petambak itu nangis, ini pemerintah kejam banget,” jelasnya.

(Abdul Hamid)