Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan diprediksi menguat tipis.

Pada Jumat (16/8/2019) pukul 9.50 WIB, rupiah bergerak menguat 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.257 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.274 per dolar AS.

“Dalam transaksi akhir pekan kemungkinan rupiah akan ditutup menguat tipis karena pasar akan kembali fokus ke bank sentral Amerika The Fed yang minggu depan akan melakukan pertemuan dan pasar akan mencerna data neraca perdagangan yang hasilnya dibawah ekspektasi para analis,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat (16/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Juli 2019 mengalami defisit 63,5 juta dolar AS. Realisasi tersebut lebih rendah dibanding bulan lalu yang mengalami surplus 196 juta dolar AS.

Menurut Ibrahim, defisit neraca perdagangan Juli akan menjadi beban dalam mengarungi perekonomian kuartal III-2019.

“Kalau sepanjang kuartal III neraca perdagangan terus-terusan tekor, maka defisit transaksi berjalan bakal semakin dalam dan menyulitkan Bank Indonesia untuk melakukan penurunan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.213 per dolar AS hingga Rp14.306 per dolar AS.

(Abdul Hamid)