Rupiah masih terpuruk. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Ekonomi, Muhamad Idrus mencemaskan keadaan nilai tukar rupiah yang nyaris tembus Rp 15.000.

Saat ini nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp14.400 namun para analis ekonomi meyakini pergerakan nilai tukar rupiah akan terus tertekan hingga di angka Rp 15.000.

“Semoga hal ini tidak terjadi, nilai tukar bisa kembali menguat. Industri kita didominasi foot loose ondustry yang mengandalkan bahan baku impor. Kalau nilai tukar terus melemah, industri kita akan kolaps,” kata Idrus.

Idrus pun mengimbau agar masyarakat tidak memborong dolar dan mengutamakan bertransaksi dengan mata uang rupiah sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

“Peran serta masyarakat khususnya kalangan elite diharapkan agar melakukan aksi nyata keprihatinan atas kondisi ekonomi kita. Dan jangan sampai sebaliknya, memborong dolar,” kata Idrus

Selain daripada itu, Idrus menilai bahwa melemahnya rupiah bukan semata karena persaingan dagang antara Amerika dengan Tiongkok dan Uni Eropa, namun juga disebabkan faktor internal. Karena itu, lanjut dia, presiden harus segera bertindak  mengeluarkan kebijakan penyelamatan rupiah.

(Dadangsah Dapunta)