Tren melemah rupiah. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendesak pemerintah dan Bank Indonesia untuk melakukan langkah antisipasi terkait potensi anjloknya nilai tukar rupiah pada 2018. Ia menganggap bahwa masalah ini tidak dapat diremehkan begitu saja.

Pada penutupan pekan lalu, 27 Oktober, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah hingga level Rp 13.609. Angka ini merupakan yang terendah sejak Juli 2016 atau 15 bulan terakhir.

“Meski dua hari ini kembali naik, namun pelemahan tersebut melebihi mata uang regional lainnya,” ucap Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang dikirimkan kepada Aktual, Rabu (1/11).

Terlebih, lanjutnya, pelemahan ini justru terjadi hanya kurang dari seminggu sejak APBN 2018 disahkan. Kondisi demikian menurut Fadli Zon, harus dicermati betul oleh pemerintah dan Bank Indonesia selaku bank sentral.

“Ini harus diperhatikan betul oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Apalagi, penurunan nilai tukar itu terjadi hanya kurang dari seminggu sejak APBN 2018 disahkan,” tegas Waketum Partai Gerindra ini.

Selain itu, Fadli juga menyebut jika masalah ini akan semakin mengkhawatirkan jika ditambahkan dengan faktor eksternal yang belum diperhitungkan terhadap pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah. Fadli pun membantah klaim BI yang menyebutkan bahwa bobot faktor eksternal yang akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah lebih dari 50%.

“Jika Bank Indonesia saja kaget dengan turunnya nilai tukar rupiah akhir pekan lalu, itu menunjukkan jika perhitungan dan antisipasi mereka terhadap fluktuasi nilai tukar dan perkembangan ekonomi dunia masih tidak cermat,” pungkasnya.
Teuku Wildan A.