Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (kiri) Penulis Buku Andi Budi Sulistianto (kiri) hadir dalam peluncuran buku Komunikasi Politik Jokowi di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (9/3). Buku tersebut mengupas bahasa komunikasi politik Presiden Jokowi yang lebih banyak menggunakan langkah nyata untuk melawan serangan politik dari pihak lain. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Politisi Golkar Bambang Soesatyo mengatakan alasan dirinya mengundurkan diri dari pencalonan sebagai Ketua Umum Golkar, karena mendengarkan saran dari para senior Golkar.

“Ini cara Partai Golkar menyelesaikan masalah. Ketika senior berkumpul, yang muda pasti patuh,” ujar Bamsoet dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/12).

Sebelumnya para senior Golkar yakni Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Akbar Tandjung dan Luhut Binsar Panjaitan menggelar pertemuan Senin (2/12) malam.

Selanjutnya Luhut yang juga Menko Kemaritiman dan Investasi beserta sejumlah senior Golkar, mengumpulkan dua bakal caketum Golkar yakni Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Seusai pertemuan di kantor Luhut itu lah Bamsoet menyampaikan pengunduran dirinya dari pencalonan Ketua Umum Golkar.

Bamsoet menyatakan dirinya sangat menghormati para figur senior Golkar. Dia menyatakan ingin menjaga persatuan dan mendengarkan saran serta pendapat para seniornya.

Secara terpisah Ketua Komite Pemilihan Munas X Golkar Maman Abdurrahman mengatakan secara formal pihaknya belum dapat serta merta mencoret nama Bamsoet dari bursa pencalonan. Dia mengatakan secara formal pengunduran diri harus disampaikan dalam arena Munas baik secara lisan maupun melalui surat tertulis.

(Arbie Marwan)