Suasana proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (3/3). Lembaga riset pasar global Frost and Sullivan menyatakan pada 2015 hingga 2020 industri transportasi dan logistik di Indonesia akan meningkat hingga 15,4 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/16.

Jakarta, Aktual.com — Waktu tunggu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta tercatat mencapai 3,6 hari.

“Saat ini ‘dwelling time’ sudah mencapai 3,6 hari. Namun, seperti kita ketahui, Pak Presiden minta ‘dwelling time’ bisa turun antara 2-3 hari. Untuk itu kita harus bekerja keras menurunkannya,” kata Agung Kuswandono, Ketua Satgas Dwelling Time, yang dibentuk Kemenko Kemaritiman, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (14/3).

Agung yang juga menjabat sebagai Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman, mengatakan salah satu upaya yang akan dilakukan pihaknya diantaranya melihat sektor mana yang bisa diperbaiki untuk mengurangi “dwelling time”.

Dengan demikian, target yang ditetapkan Presiden dapat dicapai. Capaian 3,6 hari disebutnya telah melebihi target yang ditetapkan Presiden Jokowi yang pertama, yakni 4,7 hari.

Ia mengklaim, pencapaian mengurangi “dwelling time” dari sebelumnya 7-8 hari menjadi 3,6 hari merupakan prestasi yang cukup membanggakan.

Mantan Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan itu pun mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran kementerian/lembaga, serta pelaku usaha dalam mendukung instruksi Presiden Jokowi terkait “dwelling time”.

“Baru kali ini semua kementerian/lembaga sukarela memperbaiki hal yang mengganggu proses di Tanjung Priok. Ini mempercepat ‘dwelling time’ dari 7-8 hari menjadi sekarang 3,6 hari,” katanya.

Agung menambahkan, pihaknya akan berupaya keras mewujudkan instruksi Presiden Jokowi agar “dwelling time” bisa mencapai 2-3 hari.

(Eka)