Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sambutan saat pengukuhan Kogasma di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/18). SBY mengukuhkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti kinerja pemerintah saat ini dalam menangani pandemi Covid-19. SBY mengatakan, pemerintah jangan bergantung pada vaksin dalam negeri dalam menangani pandemi Covid-19.

Walaupun, SBY juga menyadari pemerintah di seluruh dunia, termasuk Indonesia telah berusaha mengatasi pandemi ini. Tapi, SBY tetap meminta semua pihak harus mengakui kerja selama ini belum sepenuhnya berhasil.

“Harus terus dilakukan evaluasi. Setelah itu, lakukan koreksi, dan perbaikan terus menerus. Jangan kendor. Jangan hanya menunggu dewa penolong yang disebut vaksin,” kata SBY dalam podcast di akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (2/10).

SBY turut mempertanyakan kehadiran vaksin saat ini di seluruh dunia.

“Apakah saat vaksin ditemukan, seluruh orang bisa terselamatkan? Apakah dunia bisa adil agar rakyat miskin sekalipun bisa mendapatkan vaksin Covid-19?,” tanya SBY.

Jutaan kasus kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia juga menjadi pembahasan SBY, dan menurutnya, itu bukan statistic semata.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu mengingatkan jutaan orang yang meninggal dunia terpapar Covid-19 bukan statistik semata.

“Pemerintah di seluruh dunia perlu bekerja lebih keras lagi dari sekadar menunggu vaksin,” kata mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Bahkan, SBY menyebut pihak paling bertanggung jawab atas penanggulangan pandemi Covid-19.

“Pemerintah di negara manapun, paling bertanggung jawab menyelesaikan pandemi ini. Rakyat telah memberikan mandat kepada pemerintah melakukan apapun guna menyelamatkan mereka di saat sulit,” kata SBY.

“Pimpin kami, bimbing kami, dan bantu kami. Jangan biarkan kami rakyat kebanyakan kehilangan harapan, diliputi rasa takut, dan tidak lagi percaya kepada dunia dan negaranya,” lanjut SBY.

Presiden Joko Widodo optimistis vaksin corona akan tersedia pada akhir tahun ini atau awal 2021. Jokowi menyatakan vaksin tersebut baru bisa diberikan ke sekitar 170-180 juta penduduk Indonesia.

Menurut data Lembaga Kesehatan Dunia WHO hingga hari ini, Jumat (2/10), jumlah terkonfirmasi Covid-19 di seluruh dunia telah menyerang 34.205.778 orang. Kasus kematian telah menyentuh angka 1.021.765 jiwa. Sementara, 23 juta orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara di Indonesia, kasus positif Covid-19 mencapai 295.499 jiwa, 221.340 orang sembuh, dan 10.972 orang meninggal dunia.(RRI)

(Warto'i)