DKI Jakarta
Ilustrasi Kaca Mobil Diguyur Hujan. DOK/NET

Jakarta, aktual.com – Sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai dengan petir dan angin kencang, menurut peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan laman BMKG yang dipantau dari Jakarta, Jumat (9/2), hujan lebat diprakirakan turun di sejumlah wilayah di Indonesia.

Di antaranya adalah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Berikutnya, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara itu, provinsi yang diprakirakan mengalami potensi angin kencang adalah Provinsi Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, BMKG juga menyampaikan bahwa sebagian wilayah, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku berpotensi mengalami hujan badai.

Analisis data iklim BMKG menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen wilayah Zona Musim Indonesia diprediksikan memasuki puncak musim hujan pada periode bulan Januari hingga Februari 2024.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dan siap siaga terhadap cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang masih mengancam sebagian besar wilayah Indonesia hingga Februari 2024.

“Cuaca ekstrem ini dapat terjadi selama periode puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2024. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih memiliki peluang yang tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Rizky Zulkarnain

Tinggalkan Balasan