Jakarta, aktual.com – Ketua Umum  Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF)  Dr dr Supriyantoro, SpP MARS mengatakan, di era revolusi industri 4.0 sektor kesehatan butuh inovasi teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan.

“Digitalisasi sudah masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat. Tentunya untuk sektor pelayanan kesehatan yang lebih baik kita perlu berbagai macam inovasi kesehatan dengan suntikan teknologi terbaik,” ujar Supriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (10/11).

Hal tersebut karena Revolusi Industri melalui big data, artificial intelligence, ‘robotics’ dan internet of things memberikan tantangan nyata yang tidak mudah di sektor kesehatan.

Menurut dia, pesatnya perkembangan inovasi di bidang kesehatan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan asal luar negeri, mulai dari peralatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat.

Dengan demikian layanan kesehatan masyarakat pun dapat diperoleh dengan mudah dan murah serta penanganan pasien lebih berkualitas.

Karena itulah, IndoHCF melaksanakan Innovation Awards, sebagai bagian sumbangsih   untuk ikut mendukung perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan program pemerintah dan inovasi oleh anak bangsa.

Adanya sejumlah inovasi yang muncul dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi maupun akses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat di seluruh pelosok negeri.

Grand final IndoHCF Innovation Awards III-2019 dilaksanakan di ICE BSD Tangerang, Sabtu (9/11) bersamaan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan dr Terawan, Menteri Kesehatan Periode 2014-2019 Nila F Moeloek, Menteri Kesehatan Periode 2012-2014 Nafsiah Mboi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden PT IDS Medical Systems Indonesia, Rufi Susanto dan sejumlah pejabat lainnya.

Acara itu menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada antara lain untuk Kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dimana penghargaan Platinum Award diberikan kepada  Pos PSC 119 SIMPATIK (Sistem Pelayanan Cepat Emergency Medik) dari Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung dan BESQUIT (Bandung Emergency Service Quality Innovation) asal Kota Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan Penghargaan Gold Award kepada SIGAP (sistem penanggulangan gawat darurat publik) PSC 119 Bantul, Yogyakarta dan PSC 119 Kota Cirebon “SREGEP” sistem respons emergency yang guyup melibatkan semua elemen melalui pendekatan keluarga.

Penghargaan juga diberikan untuk program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pada sub kategori Program UKM, Penghargaan Platinum Award dimenangkan oleh Kader Kesehatan 211 (2 Orang 1 Program Untuk 1 RT/Dusun) Menuju Rejang Lebong Sehat 2021 dari Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu dan Gebrakan Pagi Berseri  asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sedangkan Penghargaan Gold Award dimenangkan oleh Kampung Cerdik (Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress) dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, serta Pepes Ikan Patin (Penyebaran Pesan Informasi Kesehatan Pangan Aman Dan Depot Air Minum).

Adapun pemenang pada kategori inovasi Alat Kesehatan yaitu terbaik pertama oleh Penggunaan Fiksasi Pelvis Modifikasi C-Clamp Sistem UI-CM dalam Meningkatkan Clinical Service dari Departemen Medik Orthopaedi dan Traumatologi RSCM-FKUI Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, di kategori Inovasi ICT Kesehatan terbaik pertama, ditempati oleh e-Simpati (elektronik-Solusi Masalah Pelayan ABK Terintegrasi) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jagakarsa Jakarta Selatan. [Eko Priyanto]

(Zaenal Arifin)