Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat berpeluang menguat ditopang sentimen positif baik eksternal maupun domestik.

IHSG dibuka menguat 4,5 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.248,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,78 poin atau 0,08 persen menjadi 983,57.

“Bauran sentimen yang variatif baik dari dalam negeri dan eksternal, mendorong pasar saham Indonesia dengan indeks acuan IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang menguat pada perdagangan saham hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Jumat (20/9).

Pada Kamis (19/9/2019) kemarin, sejumlah bank sentral di dunia mengumumkan kebijakan suku bunga acuannya. Diawali oleh The Fed mengumumkan kebijakan suku bunganya atau Fed Fund Rate turun 25 basis poin (bps) menjadi 1,75-2 persen.

Kemudian, bank sentral Jepang (BoJ) mengumumkan mempertahankan kebijakan suku bunganya (short-term interest rate) pada level minus 0,1 persen.

(Abdul Hamid)