Ia menambahkan, lembaga dana moneter internasional (IMF) juga memperkirakan pada 2019 akan menjadi tahun pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat, melanjutkan tren yang terjadi pada 2018.

“Meski demikian, IMF melihat adanya harapan kembalinya perekonomian yang lebih cerah akhir tahun ini dan memasuki 2020,” katanya.

Dari dalam negeri, ia mengemukakan bahwa sentimennya relatif positif menyusul data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan September mengalami deflasi sebesar 0,27 persen, berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,12 persen.

Secara “year to date”, IHK mencapai 2,2 persen dan 3,39 persen secara “year on year”. Turunnya tingkat inflasi inti menopang terkendalinya inflasi IHK dalam sasaran Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan konsistensi harga dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 32,44 poin (0,15 persen) ke 21,309,30, indeks Hang Seng menguat 7,36 poin (0,03 persen) ke 26.117,68 dan indeks Straits Times melemah 8,71 poin (0,28 persen) ke posisi 3.079,26.

(Abdul Hamid)