Dakar, Aktual.com – Pihak Angakatan Laut Senegal menyatakan, pihaknya menahan tujuh kapal pukat China. Penahanan ini dilakukan karena, tujuh kapal tersebut mencari ikan secara ilegal di perairan mereka.

“Sebuah kapal patroli Senegal mencegat kapal-kapal China itu di lepas pantai kawasan Casamance pada Jumat (9/6),” kata Kapten Karim Mara, kepala misi patroli, seperti diberitakan kantor berita Reuters, Minggu (11/6).

“Kapal-kapal pukat itu ditangkap karena melakukan pelanggaran dengan mencari ikan tanpa izin di perairan Senegal,” kata Mara menambahkan.

Afrika Barat memiliki ketersediaan ikan yang paling kaya di dunia, tetapi berkurang dengan cepat karena penangkapan oleh kapal-kapal pukat, sebagian beroperasi secara ilegal.

Sebuah kajian di jurnal Frontiers dalam Sains Kelautan memperkirakan kerugian Afrika Barat per tahun akibat pencurian ikan dan tak terregulasi mencapai 2,3 miliar dolar AS.

“Para nelayan China dan juga pekerja dari Guinea- Bissau serta Guinea berada di kapal itu,” kata Mara.

Bulan lalu kelompok lingkungan hidup Greenpeace mengatakan negara-negara Afrika Barat telah menahan delapan kapal China karena pencurian ikan dan para pemilik kapal dapat dikenai denda jutaan dolar.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: