Fajar mengatakan tahapan sidang terbuka sengketa Pilpres 2019 sudah digelar selama sepekan sejak Jumat (14/6) secara transparan dan disaksikan publik.

Saat ini prosesnya telah sampai pada tahapan Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) untuk memperoleh pendapat dari sembilan hakim MK.

“Oleh karena itu, proses yang sudah transparan tidak ada lagi yang patut diragukan. Aksi apapun tidak akan bisa mengintervensi putusan MK,” katanya.

Menurut Fajar tidak ada lagi peluang bagi yang kalah dalam sidang MK untuk mengajukan pembelaan hukum, karena sudah bersifat final dan mengikat.

Fajar berharap sengketa yang terjadi dalam Pilpres 2019 akan berakhir di MK. “Publik sudah tahu aturan mainnya. putusan MK nanti sudah absolut tidak bisa di ‘challenge’ dengan hukum apapun,” katanya

Fajar mengajak seluruh pihak untuk taat dan hormat pada putusan hakim MK apapun hasilnya nanti. “Mari kita dewasa, jangan memaksakan hal di luar mekanisme konstitusional yang sudah ada,” katanya.

(Abdul Hamid)