Ketua DPR Setya Novanto berbincang dengan sebelum Pembukaan Masa Persidangan IV tahun Sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3). DPR berkomitmen mempercepat proses pembahasan RUU yang menjadi prioritas tahun 2017 diantaranya 10 RUU, yaitu RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu, RUU (MD 3), RUU tentang KUHP dan RUU tentang Pemberantaran Terorisme. AKTUAL/Tino Oktaviano
Ketua DPR Setya Novanto berbincang dengan sebelum Pembukaan Masa Persidangan IV tahun Sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3). DPR berkomitmen mempercepat proses pembahasan RUU yang menjadi prioritas tahun 2017 diantaranya 10 RUU, yaitu RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu, RUU (MD 3), RUU tentang KUHP dan RUU tentang Pemberantaran Terorisme. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Setya Novanto mengungkapkan, semua fraksi telah menyepakati opsi A ketika lobi sesaat sebelum Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) disahkan dalam Sidang Paripurna.

Dalam lobi-lobi tersebut, ia mengisahkan bahwa semua fraksi yang ada di DPR sepakat jika opsi A dapat disahkan menjadi UU Pemilu yang baru sebagai payung hukum dari Pemilu 2019 mendatang. Setnov pun mengaku heran dengan sikap fraksi Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN yang justru lebih memilih angkat kaki dari sidang.

“Pada saat saya memimpin sudah terjadi mufakat. Saya enggak tahu pada saat paripurna ada hal-hal yang mungkin masih berbeda,” kata Setnov di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jum’at (21/7).

Setnov mengaku sudah berusaha memimpin lobi semua fraksi dengan seoptimal mungkin. Bahkan, ia telah memberi waktu kepada semua fraksi untuk menuangkan pendapat dan pandangannya masing-masing terkait RUU Pemilu.

Namun, beberapa fraksi ternyata lebih memilih untuk mengacuhkan hasil musyawarah saat lobi dilakukan dengan angkat kaki dari sidang paripurna. Dalam sidang paripurna itu, Setnov mengisahkan bahwa sesi lobi dilakukan hingga dua kali untuk mencapai mufakat dan memilih opsi A.

Novanto sendiri tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Baginya, Sidang Paripurna semalam telah menghasilkan keputusan terbaik bagi bangsa dan negara dalam menyongsong Pemilu 2019 mendatang.

(Nebby)