Shalawat

Jakarta, Aktual.com – Salah satu shalawat yang sering dibaca oleh umat Islam khususnya masyarakat Indonesia adalah Shalawat Fatih. Shalawat Fatih merupakan shalawat khas dari tarekat Tijaniyah, karena shalawat Fatih sendiri dipopulerkan oleh Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijani saat beliau bertemu Rasulullah SAW secara langsung bukan melalui mimpi lagi.

Syekh Ahmad at-Tijani menyebutkan bahwa shalawat fatih bukan murni karangan dari Syekh al-Bakri. Namun, Syekh al-Bakri beribadah kepada Allah SWT dalam waktu yang lama, agar dianugerahi suatu shalawat yang meliputi pahala, keistimewaan dan cahaya-cahaya di dalamnya.

Setelah sekian lama, Allah SWT mengabulkan doanya tersebut. Suatu malam, beliau bermimpi didatangai oleh malaikat dengan membawa sebuah lembaran cahaya yang berisi tulisan shalawat fatih ini. itu sebabnya shalawat fatih juga diberi nama Shalawat al-Bakriyah.

Kemudian Syekh Ahmad at-Tijani diberi ijazah oleh Rasulullah SAW secara langsung dan diberi penjelasan tentang pahala, sir serta fadhilah-fadhilah mengamalkannya. Berikut keutamaan shalawat fatih:

Pertama, Melipatgandakan pahala

Syekh Ahmad at-Tijani berkata bahwa shalawat fatih ini merupakan salah satu shalawat yang berisikan banyak sekali pahala. Bahkan saking banyaknya, seandainya ada 100.000 bangsa, yang setiap bangsa itu terdiri dari 100.000 kaum dan setiap kaum terdiri dari 100.000 orang, dan setiap orang diberi umur 100.000 tahun lalu orang tersebut membaca shalawat sebanyak 100.000 kali, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca shalawat fatih satu kali.

Kedua, Dikumpulkan bersama Nabi Muhammad SAW

Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitab Afdholus Shalawat berkata:

من تلاها الف مرة في ليلة الخميس او الجمعة او الاثنين اجتمع بالنبي صلى الله عليه و سلم و تكون التلاوة بعد صلاة اربع ركعات : يقرأ فى الاولى سورة القدر ، و فى الثانية الزلزلة كذلك ، و فى الثالثة الكافرون ، و فى الرابعة المعوذتين

“Barangsiapa membaca Shalawat Al-Fatih sebanyak seribu kali pada malam Kamis atau malam Jum’at atau malam Senin, maka akan berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun, bacaan Shalawat Al-Fatih itu dibaca setelah mengerjakan shalat sunnah empat raka’at dengan dua salam. Raka’at pertama setelah Surat Al-Fatihah dibaca Surat Al-Qadr. Raka’at kedua setelah Surat Al-Fatihah dibaca Surat Az-Zalzalah. Raka’at ketiga setelah Surat Al-Fatihah dibaca Surat Al-Kafirun. Dan, raka’at keempat setelah Surat Al-Fatih dibaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas.”

Ketiga, Pahalanya Sebanding 10.000 shalawat lainnya.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa shalawat fatih bisa mendatangkan pahala yang besar bahkan pahalanya sebanding dengan 10.000 shalawat biasa. Ada juga yang berpendapat sebanding dengan 600.000 kali lipat.

المرة منها تعدل عشرة الاف ، و قيل : ستمائة

“Satu kali membaca Shalawat Al-Fatih sebanding dengan membaca shalawat lain sepuluh ribu kali. Dan, menurut pendapat minoritas ulama enam ratus ribu kali”.

Adapun teks lafal shalawat fatih sebagai berikut:

  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الحَقَّ بِالحَقِّ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ

Allāhumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muhammadinil Fātihi limā ughliqa, wal khātimi limā sabaqa, wan nāshiril haqqā bil haqqi, wal hādī ilā shirātin mustaqīm (ada yang baca ‘shirātikal mustaqīm’). Shallallāhu ‘alayhi, wa ‘alā ālihī, wa ashhābihī haqqa qadrihī wa miqdārihil ‘azhīm.

Waallahu a’lam

(Rizky Zulkarnain)

(Arie Saputra)