Mengonsumsi makanan bergizi dapat meningkatkan kesehatan dan tingkat energi Anda. Tetapi, jumlah nutrisi dalam makanan ini bisa dipengaruhi cara Anda memasak.

Walau begitu, beberapa metode memasak ternyata juga bisa mengurangi beberapa nutrisi penting misalnya vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan vitamin B – tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), asam pantotenat (B5), piridoksin (B6), asam folat (B9), dan cobalamin (B12). Kemudian, vitamin yang larut dalam lemak yakni vitamin A, D, E, dan K mineral, terutama kalium, magnesium, natrium, dan kalsium.

Tetapi, meski sebagian makanan, khususnya sayuran kehilangan beberapa nutrisi saat dimasak, bukan berarti Anda hanya boleh memakannya mentah-mentah. Memasak sayuran sebenarnya bisa sangat bermanfaat, menurut Food Revolution Network seperti dikutip dari Livestrong, Selasa.

Salah satu manfaatnya yakni meningkatkan penyerapan nutrisi yang sulit untuk diproses oleh tubuh Anda dalam bentuk mentah seperti beta-karoten yang penting untuk kulit, lutein yang berperan dalam kesehatan mata, kalsium untuk kesehatan tulang) dan likopen yang berhubungan dengan perlindungan terhadap kanker penyakit jantung.

Bedah metode memasak

Lalu, bagaimana dengan metode memasak dengan merebus? Sayuran umumnya merupakan sumber vitamin C yang bagus, tetapi sebagian besar akan hilang saat dimasak dalam air.

Faktanya, seperti dikutip dari Healthline, merebus mengurangi kandungan vitamin C lebih banyak daripada metode memasak lainnya. Brokoli, bayam, dan selada bisa kehilangan hingga 50 persen atau lebih vitamin C mereka saat direbus.

Kemudian, karena vitamin C larut dalam air dan sensitif terhadap panas, vitamin ini dapat larut dari sayuran saat direndam dalam air panas. Vitamin B juga sensitif terhadap panas. Hingga 60 persen tiamin, niasin, dan vitamin B lainnya mungkin hilang saat daging direbus dan sarinya habis.

Di sisi lain, merebus ikan terbukti mempertahankan kandungan asam lemak omega-3 secara signifikan lebih banyak daripada menggoreng atau microwave.

Jadi, walau metode memasak berbasis air menyebabkan hilangnya vitamin yang larut dalam air terbesar, tetapi cara ini memiliki efek yang sangat kecil pada lemak omega-3.

Metode lainnya, memanggang yakni memasak yang serupa dengan panas kering. Faktanya, hingga 40 persen vitamin B dan mineral dapat hilang selama memanggang. Ada juga kekhawatiran tentang hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), yang berpotensi sebagai zat penyebab kanker terbentuk saat daging dipanggang dan lemak menetes ke permukaan yang panas.

Namun, para peneliti telah menemukan PAH dapat dikurangi 41-89 persen jika tetesan dihilangkan dan asap diminimalka

(Antara)

(Nurman Abdul Rahman)