Jakarta, Aktual.co — Saat musim tiba, para orang tua menyarankan kita untuk memakai baju hangat atau baju yang tebal untuk melindungi tubuh dari ganasnya, cuaca dingin. Nasehat baik itu bertujuan untuk menghindarkan kita dari penyakit radang dingin (atau hipotermia).

Baju atau pakaian dalam yang tebal mampu melindungi Anda terhadap pilek dan flu, ternyata tidak seratus persen benar.  “Nenek yang sedang baik hati memberitahu kita untuk mengenakan sarung tangan” kata Dr William Schaffner, pakar penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, demikian dilansir dari ABCNews, pada Selasa (25/11).

Para ahli kesehatan menyimpulkan, orang yang terkena penyakit flu akan kembali kedinginan walaupun memakai baju hangat atau sarung tangan. Vaksin flu adalah cara terbaik untuk penderita agar terhindar dari flu berat.  

Dokter Schaffner menjelaskan, ada dua teori, mengapa musim flu terdapat pada cuaca dingin. Ketika seseorang terkena virus batuk atau bersin dalam saluran pernapasannya, sebenarnya virus tersebut berasal dari tetesan air kecil. Di musim dingin biasanya virus lebih banyak tersebar di udara dan lebih mudah untuk menular kepada orang lain.

“Ketika keadaan lembab, virus terdapat dalam udara yang menyerupai uap air dan kemudian terhirup oleh orang yang menyebabkan infeksi” katanya.

Faktor lainnya, sebagian besar orang cenderung memilih tinggal di dalam rumah atau ruangan dan gedung. Saat itulah terjadi kontak dan virus lebih cepat menyebar.

Dr Stephen Morse, seorang ahli penyakit menular dari Columbia Mailman School of Public Health, menjelaskan, bahwa ruangan seperti sekolah, dapat menyebabkan wabah flu pada anak-anak. Saat itu, anak-anak berkumpul bersama dan tidak mempunyai respon imun kekebalan tubuh dalam memerangi flu yang berbeda jenis.

“Tentu saja kedekatan orang-orang yang bersama dapat membantu menyebarkan penyakit. Anak-anak selalu keluar air dari hidung saat cuaca dingin dan bermain bersama yang lain” ujar Morse.

Schaffner menambahkan, tidak ada kebenaran mitos yang menyatakan, perubahan suhu akan membuat orang sakit. “Karena musim dingin dan flu terjadi selama musim dingin. Dan, kita melihat dan mengaitkan perubahan suhu, padahal mereka tidak berkaitan sama sekali”

Para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mempercayai, jika flu yang menyebar lantaran oleh tetesan atau butiran yang dilepaskan manusia ketika mereka batuk maupun bersin.

CDC membeberkan, sekitar 5 sampai dengan 20 persen dari penduduk AS terinfeksi flu setiap tahunnya. Kematian yang terkait dengan flu telah berkisar antara 3.000 sampai 49.000 setiap tahun. Dokter Schaffner memberikan saran terbaik untuk orang yang ingin menghindari penyakit yang bisa mematikan itu dengan sering mencuci tangan. Kami sarankan, Anda maupun anak Anda yang rentan terkena, untuk segera  mendapatkan vaksinasi flu.

()