Jakarta, Aktual.co — Pihak berwajib Hongkong mengatakan Rabu (15/10), polisi yang terlibat dalam pemukulan pengunjuk rasa pro-demokrasi akan digeser dari posisinya setelah rekaman insiden tersebut menyebar luas dan memicu kemarahan legislator dan masyarakat.
Polisi mengatakan mereka sebelumnya telah menahan 45 pendemo dan menggunakan semprotan lada terhadap mereka yang melawan, saat membuka jalan utama di kota yang telah diblokade oleh pengunjukrasa dengan pelat beton.
Dalam rekaman yang ditayangkan stasiun televisi TVB, beberapa petugas tampak memukuli dan menendang seorang pendemo yang tangannya diborgol selama beberapa menit setelah menariknya ke pojok yang gelap dekat lokasi unjuk rasa.
Sekretaris Keamanan Hongkong Lai Tung-kwok mengatakan polisi akan menyelidiki dugaan penggunaan kekerasan berlebihan. Para petugas yang tampak dalam video itu akan dipindahkan sementara dari posisi mereka, imbuh Lai.
Kemarahan terhadap aksi pemukulan itu bisa membangkitkan kembali dukungan untuk gerakan demokrasi di bekas koloni Inggris tersebut, yang selama lebih dari dua pekan ini dilanda protes terkait pembatasan Tiongkok untuk memilih pemimpin mereka pada 2017 dan jumlah pendemo semakin berkurang dari 100 ribu menjadi hanya beberapa ratus orang saja.
Alan Leong, pemimpin Partai Sipil pro-demokrasi Hongkong mengenal lelaki dalam video tersebut adalah Ken Tsang Kin-chiu dan pernah menjadi anggota partai itu.
Legislator Partai Sipil Dennis Kwok yang juga kuasa hukum Tsang mengatakan, polisi juga memukuli Tsang di dalam kantor polisi. Tsang kemudian dilarikan ke rumah sakit, kata Kwok.
Tsang juga merupakan seorang pekerja sosial. Asosiasi Pekerja Sosial Hongkong mengatakan, berencana untuk menggelar aksi di markas kepolisian.
Foto-foto yang menunjukkan Tsang dengan luka memar di wajah dan badan yang disebarkan oleh pegiat demokrasi memantik kemarahan dan kecaman. Kelompok hak asasi manusia Amnesty Internasional mengatakan polisi yang terlibat dalam serangan keji terhadap lelaki yang ditahan itu harus diadili.
Polisi, tanpa merujuk pada Tsang, dalam pernyataannya mengatakan mereka telah menggunakan kekuatan minimum, termasuk semprotan lada, untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berkumpul secara ilegal sepanjang malam.

()